Deretan Euforia yang Pecah di Berbagai Negara
PALANGKA RAYA – Piala Dunia 2026 resmi berakhir setelah Spanyol menaklukkan Argentina 1-0 pada partai final di Stadion New York New Jersey, Amerika Serikat, Senin (20/7/2026) dini hari WIB.
Namun peluit panjang final bukanlah akhir dari cerita. Di berbagai belahan dunia, jutaan suporter merayakan momen bersejarah dengan cara yang berbeda-beda. Dari pesta jalanan di Madrid hingga nonton bareng di Indonesia, euforia sepak bola terasa melintasi batas negara.
Berikut deretan euforia yang mewarnai berakhirnya Piala Dunia 2026.
Spanyol Berpesta Semalaman
Kemenangan La Roja langsung disambut ledakan kegembiraan di berbagai kota Spanyol.
Ribuan pendukung memenuhi jalan-jalan utama di Madrid, Barcelona, Valencia, Sevilla, hingga Bilbao. Bendera merah-kuning berkibar di setiap sudut kota, sementara suara klakson kendaraan dan nyanyian suporter terdengar hingga larut malam.
Bagi Spanyol, gelar Piala Dunia 2026 menjadi trofi dunia kedua setelah keberhasilan mereka pada 2010.
Banyak media Spanyol menyebut kemenangan ini sebagai lahirnya generasi emas baru yang dipimpin Lamine Yamal dan para pemain muda lainnya.
Argentina Tetap Bangga
Meski gagal mempertahankan gelar juara dunia, masyarakat Argentina tetap memberikan penghormatan besar kepada tim nasional mereka.
Di Buenos Aires, ribuan pendukung berkumpul di pusat kota untuk menyaksikan final dan memberikan dukungan hingga laga berakhir.
Kekecewaan akibat kekalahan tidak menghapus rasa bangga terhadap perjalanan Lionel Messi dan rekan-rekannya yang kembali membawa Argentina ke final Piala Dunia.
Banyak suporter menganggap turnamen ini menjadi salah satu bab terakhir yang bersejarah dalam karier internasional Messi.
Prancis Rayakan Sepatu Emas Mbappé
Di Prancis, perhatian publik tidak hanya tertuju pada kegagalan tim nasional meraih gelar juara.
Kylian Mbappé menjadi sorotan utama setelah berhasil menyabet Sepatu Emas Piala Dunia 2026 dengan torehan 10 gol.
Media-media Prancis memuji penampilan sang kapten yang dinilai tetap tampil luar biasa meski Les Bleus harus puas mengakhiri turnamen di posisi keempat.
Inggris Sambut Posisi Ketiga
Timnas Inggris berhasil mengakhiri turnamen sebagai peringkat ketiga setelah mengalahkan Prancis dalam laga perebutan tempat ketiga.
Hasil tersebut disambut positif oleh para pendukung The Three Lions yang menilai tim mereka semakin konsisten tampil di level tertinggi dunia.
Suporter Inggris menggelar berbagai perayaan sederhana di pub dan ruang publik untuk merayakan keberhasilan tim mereka kembali naik podium dunia.
Amerika Serikat Bangga Jadi Tuan Rumah
Sebagai salah satu tuan rumah, Amerika Serikat turut menikmati keberhasilan penyelenggaraan turnamen terbesar dalam sejarah FIFA.
Dengan format baru 48 tim dan 104 pertandingan, Piala Dunia 2026 menjadi turnamen dengan jumlah penonton terbesar sepanjang sejarah.
Stadion-stadion di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko dipadati jutaan penonton dari berbagai negara selama satu bulan penuh.
Indonesia Ikut Larut dalam Demam Final
Di Indonesia, euforia final juga terasa hingga dini hari.
Berbagai daerah menggelar nonton bareng atau nobar, mulai dari kota besar hingga pelosok daerah.
Di Kalimantan Tengah, misalnya, masyarakat memadati sejumlah lokasi nobar untuk menyaksikan duel Spanyol melawan Argentina.
Di Kuala Kapuas, warga bahkan memenuhi kawasan Rumah Jabatan Wakil Bupati Kapuas yang menayangkan pertandingan melalui videotron raksasa.
Sementara di Palangka Raya, kawasan Bundaran Besar menjadi salah satu titik berkumpulnya pecinta sepak bola untuk menikmati atmosfer final.
Piala Dunia yang Akan Sulit Dilupakan
Piala Dunia 2026 meninggalkan banyak cerita.
Turnamen pertama dengan 48 peserta itu menghadirkan rekor baru, bintang-bintang muda, drama final hingga momen emosional yang dirasakan jutaan penggemar sepak bola di seluruh dunia.
Meski kompetisi telah berakhir, euforia yang tercipta dipastikan akan terus dikenang hingga gelaran Piala Dunia berikutnya pada 2030.