PALANGKA RAYA, Kalteng.co – Memadamkan api di lahan gambut bukan perkara mudah. Meski permukaan terlihat sudah basah dan api telah padam, bara di bawah tanah masih bisa bertahan dan sewaktu-waktu kembali menyala. Kondisi tersebut kini coba diatasi Polda Kalimantan Tengah dengan inovasi baru. Korbrimob Polri memberikan dukungan berupa serbuk pemadam berbahan dasar tepung singkong bernama Hertindo AF31 untuk membantu memburu bara yang bersembunyi di bawah permukaan gambut.
Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan mengatakan, serbuk tersebut dinilai efektif untuk menangani bara api di lahan gambut yang sulit dijangkau dengan metode pemadaman biasa. “Salah satu kendala terbesar pemadaman di lahan gambut adalah masih tersimpannya bara api di bawah tanah, meskipun permukaan sudah dipadamkan. Kondisi ini kerap menimbulkan asap tebal dan berpotensi memicu kebakaran ulang saat tertiup angin,” kata Iwan saat ditemui di lokasi karhutla, Jalan Dulin Kandang, Jumat (4/9/2026).
Menurutnya, penggunaan Hertindo AF31 dilakukan dengan mencampurkan serbuk tersebut menggunakan air. Campuran kemudian disalurkan langsung ke titik bara yang berada di bawah permukaan lahan. “Pemadamannya dibantu dengan drone thermal untuk mendeteksi titik bara secara akurat. Dengan begitu, penggunaan air bisa lebih efisien, terutama di tengah keterbatasan sumber air saat musim kemarau. Hasil uji coba di lapangan ternyata lebih efektif dan lebih cepat memadamkan bara yang ada di bawah,” jelasnya.
Kapolda menjelaskan, setiap kantong serbuk penyekat api tersebut memiliki berat 25 kilogram. Serbuk kemudian dicampurkan dengan sekitar 100 liter air sebelum digunakan untuk membasahi sekaligus menyekat bara di bawah gambut. Untuk penanganan di lapangan, Polda Kalteng menyiapkan tampungan berkapasitas 1.200 liter air. Dalam satu kali pencampuran, sebanyak 12 kantong serbuk dapat digunakan sesuai kebutuhan penanganan titik bara.
“Fungsinya untuk menyekat bara-bara api yang ada di bawah gambut. Jadi pembasahan tidak hanya membuat permukaan basah, tetapi juga diharapkan membuat bara di bawahnya benar-benar mati,” tegas Iwan. Bantuan serbuk pemadam dari Mabes Polri melalui Korbrimob tersebut juga telah didistribusikan ke sejumlah wilayah di Kalteng. Material itu akan digunakan dalam kegiatan pembasahan di lokasi yang memiliki potensi bara di bawah permukaan gambut.
“Ini akan lebih efektif dan lebih cepat padam. Baranya juga mati sehingga tidak menimbulkan asap,” ujarnya. Dengan dukungan teknologi drone thermal dan penggunaan Hertindo AF31, Polda Kalteng berharap penanganan karhutla di wilayah gambut tidak lagi sekadar memadamkan api di permukaan. Bara yang menjadi sumber asap dan pemicu kebakaran ulang juga dapat diburu hingga ke bawah tanah. “Dengan adanya inovasi ini, kami optimistis penanganan karhutla di wilayah gambut dapat dilakukan lebih cepat, hemat sumber daya, dan meminimalkan dampak asap bagi masyarakat,” pungkasnya. (oiq)