← Kembali ke https://kalteng.co/

Tiga Calon Berebut Kursi Rektor UPR, Panitia Masih Tunggu Surat Menteri

https://kalteng.co/ • 04 September 2026 20:03
Tiga Calon Berebut Kursi Rektor UPR, Panitia Masih Tunggu Surat Menteri

PALANGKA RAYA, Kalteng.co – Pemilihan Rektor (Pilrek) Universitas Palangka Raya (UPR) memasuki fase krusial. Tiga calon sudah menjalani wawancara dengan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), namun jadwal pemilihan tahap II hingga kini belum juga turun.

Panitia Pilrek UPR masih menunggu surat resmi dari Mendiktisaintek sebagai dasar pelaksanaan tahapan berikutnya. Padahal, waktu terus berjalan dan masa jabatan Rektor UPR saat ini, Prof. Salampak, akan berakhir pada 7 September 2026.

Ketua Panitia Pilrek UPR, Prof. Joni Bungai mengatakan, pihaknya belum menerima informasi terbaru terkait jadwal pelaksanaan pemilihan tahap II. Panitia masih menunggu arahan resmi dari kementerian. “Masih belum ada kabar. Kami masih menunggu surat dari Menteri. Kami berharap sebelum tanggal 8 September,” katanya, Jumat (4/9/2026).

Sebelumnya, tiga calon rektor UPR telah menjalani sesi wawancara bersama Mendiktisaintek Prof. Brian Yuliarto pada Kamis (20/8/2026). Wawancara tersebut menjadi salah satu tahapan penting sebelum proses pemilihan memasuki tahap penentuan.

Tiga nama yang kini bersaing memperebutkan kursi Rektor UPR yakni Prof. Liswara Neneng, Guru Besar Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UPR, Dr. Thea Farina Embang, Dekan Fakultas Hukum (FH) UPR dan Prof. Bhayu Rhama, Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UPR.

Dengan wawancara bersama Menteri telah dilaksanakan, proses Pilrek kini tinggal menunggu penjadwalan pemilihan tahap II. Tahapan inilah yang akan menjadi penentu sosok yang dipercaya memimpin UPR untuk periode berikutnya.

Namun, persoalan waktu menjadi perhatian. Masa jabatan Prof. Salampak sebagai Rektor UPR berakhir pada 7 September 2026. Karena itu, kepastian jadwal tahapan lanjutan menjadi penting agar proses pergantian kepemimpinan kampus terbesar di Kalteng tersebut tetap berjalan sesuai ketentuan.

Prof. Salampak sebelumnya berharap rektor yang terpilih nantinya mampu membawa UPR menjadi lebih baik dan menghadapi tantangan perguruan tinggi yang semakin kompleks. “Pengganti saya sebagai Rektor UPR harus lebih baik dari saya,” ujar Prof. Salampak.

Menurutnya, rektor berikutnya tidak cukup hanya memiliki kapasitas akademik. Kemampuan manajerial juga menjadi modal penting untuk memastikan berbagai program dan target perguruan tinggi dapat berjalan secara optimal. “Kita diamankan oleh Indikator Kinerja Utama. Saya berharap siapapun nanti yang menjadi rektor memiliki wibawa akademik dan kemampuan manajerial,” tuturnya. (oiq)

Sumber: https://kalteng.co/
Baca Artikel Asli