← Kembali ke https://kalteng.co/

500 Hektare Lebih Hangus! Karhutla Palangka Raya Terus Mengganas

https://kalteng.co/ • 04 September 2026 17:25
500 Hektare Lebih Hangus! Karhutla Palangka Raya Terus Mengganas

PALANGKA RAYA, Kalteng.co – Musim kemarau belum menunjukkan tanda-tanda bersahabat. Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Palangka Raya justru terus meningkat. Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya mencatat, sebanyak 452 kejadian karhutla terjadi sejak 1 Juni hingga 3 September 2026. Kebakaran tersebut melanda sejumlah wilayah dengan total luas lahan terdampak mencapai 500,71 hektare.

Kondisi ini membuat personel gabungan bersama relawan harus terus bersiaga. Pemantauan terhadap wilayah rawan dilakukan secara rutin untuk mengantisipasi munculnya titik api baru. Manager Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) BPBD Kota Palangka Raya, Balap Sipet mengatakan, seluruh personel saat ini dalam kondisi siaga dan siap bergerak setiap kali menerima laporan kebakaran dari masyarakat.

“Sejak 1 Juni hingga 3 September 2026 kami mencatat ada 452 kejadian karhutla di Kota Palangka Raya. Seluruh personel BPBD bersama relawan terus bersiaga untuk merespons setiap potensi kebakaran yang terjadi,” kata Balap, Jumat (4/9/2026). Dari ratusan kejadian tersebut, Kecamatan Jekan Raya menjadi wilayah dengan catatan karhutla tertinggi. BPBD mencatat sebanyak 308 kejadian terjadi di wilayah tersebut. Kemudian disusul Kecamatan Sabangau dengan 90 kejadian dan Pahandut sebanyak 37 kejadian.

Sementara itu, Kecamatan Bukit Batu tercatat mengalami 15 kejadian. Sedangkan Kecamatan Rakumpit menjadi wilayah dengan jumlah kejadian paling sedikit, yakni satu kasus. Tingginya ancaman karhutla membuat Pemkot Palangka Raya menetapkan status siaga darurat karhutla sejak 1 Juni 2026. Status tersebut menjadi dasar untuk meningkatkan kesiapsiagaan sekaligus mengoptimalkan pengerahan sumber daya dalam menghadapi ancaman kebakaran selama musim kemarau.

“Penetapan status siaga dilakukan agar seluruh sumber daya yang ada dapat digerakkan secara maksimal, baik untuk kegiatan patroli, pencegahan, maupun pemadaman ketika ditemukan titik api,” jelasnya.

BPBD bersama TNI, Polri, Manggala Agni, relawan dan sejumlah instansi terkait juga terus memperkuat patroli serta koordinasi di wilayah yang dinilai rawan. Masyarakat pun diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar. “Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar dan segera melaporkan apabila menemukan titik api. Upaya pencegahan menjadi langkah paling efektif untuk menekan meluasnya karhutla di Kota Palangka Raya,” pungkasnya. (oiq)

Sumber: https://kalteng.co/
Baca Artikel Asli