← Kembali ke https://kalteng.co/

Batal Tampil Alasan Sakit, DJ Katty Butterfly Mengaku Diancam dan Diperas Klub Malam di Bandung

https://kalteng.co/ • 04 September 2026 07:19
Batal Tampil Alasan Sakit, DJ Katty Butterfly Mengaku Diancam dan Diperas Klub Malam di Bandung

KALTENG.CO-Kasus perselisihan antara pekerja seni hiburan dan pengelola tempat hiburan malam kembali mencuat. Disk Jockey (DJ) kenamaan, DJ Katty Butterfly, mengaku menjadi korban dugaan pemerasan hingga pengancaman yang dilakukan oleh pengelola salah satu klub malam di Bandung, Jawa Barat.

Perselisihan tersebut dipicu oleh pembatalan penampilannya secara mendadak akibat masalah kesehatan akut yang dialaminya menjelang acara.

Kronologi Pembatalan Akibat Asam Lambung Akut

DJ Katty Butterfly terpaksa membatalkan aksinya di panggung setelah mengalami serangan nyeri perut hebat akibat penyakit asam lambung yang mendadak kambuh. Kondisi fisik yang tidak memungkinkan membuatnya terpaksa menghentikan aktivitas pekerjaan demi menjalani perawatan.

Melalui sebuah rekaman video yang beredar di kalangan wartawan, DJ Katty menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada para penggemar dan pihak penyelenggara atas ketidakmampuannya untuk naik panggung.

“Mohon maaf yang sebesar-besarnya aku tidak bisa perform karena kondisi asam lambung kambuh cukup parah,” ujar DJ Katty Butterfly.

Mediasi Buntu dan Pembengkakan Nilai Ganti Rugi

Pascapembatalan tersebut, pihak DJ Katty beriktikad baik untuk menyelesaikan ikatan kontrak secara kekeluargaan. Ruang mediasi dibuka guna membahas poin kompensasi atau penalti sesuai klausul kerja sama yang telah disepakati sebelumnya.

DJ Katty menyatakan kesiapannya untuk membayar ganti rugi sesuai dengan batasan nominal yang tertera di dalam dokumen kontrak. Namun, proses negosiasi berujung buntu setelah pihak klub malam diduga menolak nilai ganti rugi resmi tersebut.

Pihak klub malam disinyalir menuntut pembayaran dalam jumlah yang jauh lebih besar dan tidak memiliki dasar hukum di dalam kesepakatan tertulis. Perbedaan pandangan mengenai nilai ganti rugi inilah yang memicu eskalasi konflik di antara kedua belah pihak.

Mengaku Dipermalukan, Diperas, hingga Diancam

Permasalahan ini berkembang tidak hanya pada aspek sengketa finansial semata. Pihak DJ Katty Butterfly mengungkapkan adanya perlakuan tidak menyenangkan serta tekanan mental yang diterima sang DJ usai mengabarkan kondisi kesehatannya.

Selain merasa dipermalukan di ruang publik, DJ Katty mengklaim mendapat ancaman dan intimidasi dari pihak pengelola tempat hiburan tersebut.

“DJ Katty Butterfly juga mengalami dugaan pemerasan oleh salah satu club yang berada di Bandung,” bunyi keterangan resmi dalam undangan pers yang diterima media.

Angkat Suara Lewat Jumpa Pers di Jakarta

Lantaran jalur perdamaian tidak membuahkan hasil dan situasi dinilai makin menyudutkan posisinya, DJ Katty mengambil langkah tegas untuk membawa persoalan ini ke hadapan publik.

DJ Katty dijadwalkan menggelar jumpa pers resmi di kawasan Jakarta Selatan pada Jumat (4/9/2026). Dalam konferensi pers tersebut, ia bersama tim kuasa hukumnya akan membeberkan bukti-bukti serta kronologi lengkap, meliputi:

Langkah transparansi ini diambil DJ Katty guna meluruskan simpang siur informasi yang beredar sekaligus melindungi hak-hak hukumnya sebagai seorang profesional di industri hiburan. (*/tur)

Sumber: https://kalteng.co/
Baca Artikel Asli