← Kembali ke https://kalteng.co/

Sherina Munaf Turun Langsung Padamkan Karhutla di Palangka Raya, Soroti Nasib Orangutan

https://kalteng.co/ • 03 September 2026 10:57
Sherina Munaf Turun Langsung Padamkan Karhutla di Palangka Raya, Soroti Nasib Orangutan

PALANGKA RAYA, Kalteng.co – Artis Indonesia Sherina Munaf turun langsung ke medan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng). Bersama relawan pemadam dan Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF), Sherina ikut membantu penanganan kebakaran yang melanda kawasan hutan dan lahan.

Rabu (2/9), Sherina terlihat berada langsung di lokasi kebakaran. Tanpa riasan berlebihan, keringat membasahi wajahnya. Pakaian yang dikenakan pun tampak kotor terkena tanah. Dengan alat pemadam di tangan, ia tetap bersemangat membantu para relawan di tengah kondisi medan yang berat.

Sherina mengaku tiba di Palangka Raya pada 31 Agustus. Hingga Rabu (2/9), ia masih berada di lapangan untuk melihat sekaligus merasakan secara langsung perjuangan para relawan dalam menangani karhutla. “Aku juga ikut turun langsung dalam pemadaman dan merasakan sendiri betapa lelahnya para pejuang di lapangan,” kata Sherina.

Menurutnya, penanganan karhutla bukan perkara mudah. Api yang telah dipadamkan sewaktu-waktu dapat kembali menyala sehingga proses pemadaman harus dilakukan berulang kali dan membutuhkan dukungan bersama. “Kadang kita merasa powerless karena api sudah dipadamkan, tetapi kemudian menyala lagi. Dipadamkan lagi, menyala lagi. Jadi, effort bersama sangat dibutuhkan saat ini,” ujarnya.

Untuk saat ini, Sherina mengatakan fokusnya adalah membantu menggalang donasi bagi para pejuang yang berada di lapangan. Ia juga berharap kehadirannya dapat memberikan dukungan sekaligus meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kondisi karhutla di Kalimantan Tengah.

“Aku bersama teman-teman dari Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF) pada akhirnya bisa memantau beberapa titik kebakaran. Kami ingin memastikan sekaligus memberikan semangat kepada teman-teman yang berjuang di lapangan,” tuturnya.

Soroti Dampak Karhutla terhadap Satwa

Sherina menilai penanganan karhutla tidak boleh hanya melihat dampaknya terhadap manusia. Satwa liar yang kehilangan habitat akibat kebakaran juga harus mendapat perhatian, termasuk orangutan yang menjadi bagian penting dari ekosistem Kalimantan.

“Kita juga harus memikirkan semua yang terdampak, bukan hanya manusia, tetapi juga satwa. Banyak satwa yang perlu dilindungi, seperti orangutan,” katanya.

Ia mengaku merasakan langsung beratnya medan yang harus dihadapi para relawan. Kondisi kawasan hutan yang sulit dijangkau membuat proses pemadaman membutuhkan tenaga dan perjuangan besar.

“Capek. Pasti melelahkan sekali. Medannya juga sulit, terutama ketika berada di kawasan hutan. Kita bisa merasakan langsung bagaimana perjuangan teman-teman yang setiap hari berada di lapangan menghadapi kondisi seperti ini,” ungkapnya.

Bertemu Mahasiswa UPR

Dalam kunjungannya, Sherina juga bertemu dengan mahasiswa Universitas Palangka Raya (UPR) yang ikut membantu pemadaman karhutla. Mereka berada di lokasi sekitar 200 meter di belakang Gedung Nipa.

Sherina mengapresiasi keterlibatan para mahasiswa tersebut. Ia mendorong mahasiswa dari fakultas lain untuk ikut mengambil peran dalam penanganan karhutla sesuai kapasitas masing-masing.

“Aku ingin memberikan semangat kepada para mahasiswa dalam situasi seperti ini. Saya juga ingin mengajak mahasiswa dari fakultas lain untuk ikut berkontribusi dalam upaya pemadaman dan penanganan karhutla,” ujarnya.

Menurut Sherina, keanekaragaman hayati Kalimantan merupakan bagian penting dari ekosistem yang harus dijaga bersama. Kerusakan ekosistem akibat kebakaran pada akhirnya dapat memberikan dampak luas, baik terhadap manusia maupun satwa liar.

Karena itu, ia mengajak seluruh pihak untuk meningkatkan kepedulian terhadap pencegahan dan penanganan karhutla, sekaligus menjaga habitat satwa liar yang terdampak kebakaran.(aza)

Sumber: https://kalteng.co/
Baca Artikel Asli