KALTENG.CO-Kehadiran Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Bali, Arya Wedakarna, dalam ajang internasional Miss Equality World 2026 di Bangkok, Thailand, mendadak jadi perbincangan hangat di media sosial. Momen tersebut terungkap setelah Arya membagikan sejumlah dokumentasi kegiatannya melalui akun Instagram pribadinya.
Ajang internasional tersebut dikenal luas mengusung isu transgender, kesetaraan gender, serta inklusivitas. Kehadiran sang senator pun memicu beragam respons dan spekulasi dari publik.
Klaim Terima Penghargaan dan Promosi Wisata Bali
Menanggapi berbagai sorotan, Arya Wedakarna menjelaskan bahwa kehadirannya dalam acara tersebut adalah dalam kapasitas sebagai Penasihat Duta Wisata Indonesia. Ia hadir untuk menerima penghargaan Star Light dari MS Organization.
Melalui unggahannya, Arya menegaskan bahwa agenda utamanya di Bangkok murni untuk menggemakan potensi pariwisata Indonesia, khususnya kawasan Bali Barat, di panggung internasional.
“Tokoh Bali yang juga Penasihat Duta Wisata Indonesia, Arya Wedakarna menerima penghargaan Star Light dari MS Organization di Bangkok Thailand. Penghargaan untuk menjadikan Bali sebagai destinasi pariwisata utama dunia,” tulis Arya dalam keterangan resminya.
Ia menambahkan bahwa prosesi peluncuran video promosi wisata Bali Barat (Bistanajimbarwanabali) diputar langsung di MGI Convention Center dan disaksikan oleh perwakilan dari 15 negara.
Selain membawa nama DPD RI dan Duta Wisata, Arya juga memosisikan dirinya dalam kapasitas sebagai Presiden The Hindu Center of Indonesia.
Sentilan Pedas dari Konten Kreator Bobon Santoso
Kendati mengusung misi promosi wisata, kehadiran Arya Wedakarna di ajang Miss Equality World 2026 tak luput dari kritik tajam. Salah satu kritik datang dari konten kreator asal Bali, Bobon Santoso.
Melalui media sosial, Bobon mempertanyakan urgensi serta relevansi kehadiran seorang anggota dewan dalam acara tersebut. Menurutnya, jabatan publik sebagai anggota DPD RI dapil Bali seharusnya difokuskan untuk menyelesaikan berbagai persoalan daerah di tanah air.
“Pak Arya, jabatan adalah amanah, bukan tiket untuk hadir di setiap panggung. Gimana Jik @aryawedakarna?” tulis Bobon.
Bobon menekankan masih banyak aspirasi dan permasalahan masyarakat Bali di “rumah sendiri” yang membutuhkan perhatian serta pengawalan serius dari wakil daerahnya.
“Namun yang terlihat justru kehadiran di panggung internasional seperti Miss Equality World. Pertanyaannya sederhana: Atau jangan-jangan panggung internasional lebih menarik daripada persoalan di rumah sendiri?” tegas Bobon.
Hingga saat ini, unggahan tersebut terus menuai perdebatan di kolom komentar, baik yang mendukung langkah promosi pariwisata Arya maupun yang sependapat dengan kritik Bobon Santoso. (*/tur)