KUALA PEMBUANG, Kalteng.co-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Seruyan menunjukkan wujud kepedulian dan tanggap darurat terhadap warga yang tertimpa musibah. Wakil Bupati Seruyan, H. Supian, turun langsung menyambangi para korban musibah kebakaran di Jalan Mayjen Suprapto RT 029/RW 04, Kuala Pembuang, pada Jumat (28/8).
Kehadiran jajaran pemerintah daerah ini bertujuan untuk meninjau secara langsung kondisi pascakebakaran, sekaligus menyerahkan sejumlah bantuan pokok dan memberikan dukungan moril kepada warga terdampak.
Data Rumah dan Warga Terdampak Kebakaran
Berdasarkan pendataan awal di lapangan, musibah kebakaran ini menghanguskan sejumlah tempat tinggal warga dengan rincian sebagai berikut:
| Kategori Dampak | Jumlah Bangunan | Jumlah Korban |
| Ludes Terbakar | 5 unit rumah | 8 KK (18 jiwa) |
| Rusak/Terdampak (Bagian Dapur) | 2 unit rumah | 2 KK (4 jiwa) |
Total keseluruhan warga yang terdampak musibah ini mencapai 10 KK atau 22 jiwa.
Penyaluran Bantuan Tanggap Darurat
Untuk membantu memenuhi kebutuhan mendesak para korban, Pemkab Seruyan melalui Dinas Sosial menyalurkan berbagai paket bantuan tanggap darurat. Bantuan yang diserahkan secara langsung oleh Wabup H. Supian meliputi:
-
Paket Logistik dan Sembako: Memenuhi kebutuhan pangan harian para korban pascamusibah.
-
Paket Sandang: Pakaian layak pakai serta kebutuhan perlengkapan harian.
-
Paket Kelompok Rentan: Bantuan khusus yang disesuaikan untuk kebutuhan anak-anak, balita, maupun lansia.
“Kami menyampaikan rasa keprihatinan yang mendalam atas musibah ini. Harapannya, bantuan awal yang disalurkan ini dapat sedikit meringankan beban warga dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ujar H. Supian di lokasi peninjauan.
Imbauan Kewaspadaan Bahaya Kebakaran
Selain memberikan dukungan moril agar warga terdampak dapat segera bangkit, Wabup H. Supian juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengimbau seluruh masyarakat Kabupaten Seruyan agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran pemukiman.
Masyarakat diminta untuk lebih teliti dalam memeriksa instalasi listrik rumah tangga yang berpotensi memicu korsleting, serta memastikan seluruh sumber api di area dapur benar-benar padam sebelum ditinggalkan. Langkah pencegahan ini sangat krusial guna mengantisipasi kejadian serupa tidak terulang kembali di kemudian hari. (fik)