← Kembali ke https://kalteng.co/

Bantuan Helikopter Jepang Tiba di Kalimantan, Perkuat Pemadaman Karhutla

https://kalteng.co/ • 01 September 2026 05:39
Bantuan Helikopter Jepang Tiba di Kalimantan, Perkuat Pemadaman Karhutla

KALTENG.CO-Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan terus mendapatkan dukungan internasional. Jepang secara resmi menyalurkan bantuan berupa helikopter dan unit pemadam untuk membantu operasi pengeboman air (water bombing) di sejumlah titik api yang terdeteksi di wilayah Kalimantan.

Uluran tangan dari Pemerintah Jepang ini bukan sekadar bantuan teknis penanggulangan bencana, melainkan bukti nyata dari eratnya hubungan bilateral serta kerja sama strategis di bidang pertahanan antara Indonesia dan Jepang.

Sinergi Kemhan dan TNI dalam Bantuan Bilateral Jepang

Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin menegaskan bahwa kehadiran bantuan armada udara dari Jepang merupakan hasil dari komunikasi dan hubungan pertahanan yang solid antara kedua negara, yang secara langsung melibatkan Kementerian Pertahanan (Kemhan) serta Tentara Nasional Indonesia (TNI).

“Untuk diketahui bahwa kami juga dalam kerja sama pertahanan dari negara-negara sahabat, juga kami menerima bantuan dari negara sahabat, Jepang, yang memberikan bantuan bilateral antara kedua Kementerian Pertahanan dalam bentuk mengirim pesawat untuk mengatasi kebakaran hutan di wilayah kita,” ujar Menhan Sjafrie Sjamsoeddin di Komplek DPR.

Berdasarkan publikasi resmi Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Jepang, pelepasan tim bantuan darurat ini telah diputuskan sejak 28 Agustus. Jepang mengerahkan Japan Disaster Relief (JDR) beserta Self Defense Forces Unit (Pasukan Bela Diri Jepang) untuk mendukung pemadaman udara di titik-titik rawan karhutla. Langkah cepat ini didasari atas pertimbangan kemanusiaan serta upaya menjaga stabilitas ekosistem global.

Mencegah Krisis Asap Lintas Batas (Transboundary Haze)

Selain penguatan operasi pemadaman udara di lapangan, Pemerintah Indonesia menyeimbangkan langkah operasional dengan strategi responsif di tingkat regional. Upaya ini difokuskan untuk meminimalkan risiko krisis asap lintas batas (transboundary haze pollution) yang berpotensi memengaruhi negara-negara tetangga di kawasan Asia Tenggara.

Deputi Bidang Penegakan Hukum Lingkungan Hidup Kementerian Lingkungan Hidup, Rizal Irawan, menjelaskan bahwa kolaborasi pemantauan udara kini dilakukan secara ketat berdasarkan hasil kesepakatan ministerial meeting dan technical working group terkait transboundary haze pollution yang digelar di Bali pada Juli lalu.

Fokus Langkah Penanganan Regional:

Integrasi antara diplomasi pertahanan, aksi tanggap bencana internasional, dan pemantauan lintas batas secara berbasis data ilmiah ini menjadi tumpuan utama Indonesia dalam menjaga kelestarian hutan Kalimantan sekaligus melindungi kesehatan masyarakat dari ancaman asap karhutla. (*/tur)

Sumber: https://kalteng.co/
Baca Artikel Asli