← Kembali ke https://kalteng.co/

Betah Menjanda Selama 17 Tahun, Ini Prinsip Rossa Soal Jodoh dan Pernikahan

https://kalteng.co/ • 31 August 2026 05:11
Betah Menjanda Selama 17 Tahun, Ini Prinsip Rossa Soal Jodoh dan Pernikahan

KALTENG.CO-Menjalani peran sebagai orang tua tunggal selama 17 tahun bukanlah perjalanan yang singkat. Bagi diva kenamaan Indonesia, Rossa, status menjanda yang telah disandangnya sejak puluhan tahun lalu bukan menjadi alasan untuk terburu-buru mencari pasangan baru.

Di tengah berbagai ekspektasi publik, penyanyi yang sukses mencetak deretan lagu hits ini memilih untuk menjalani kehidupannya dengan santai, mengalir, dan penuh rasa syukur.

Rossa mengungkapkan bahwa dirinya tidak pernah mematok tenggat waktu atau target tertentu untuk membangun rumah tangga kembali. Bagi pelantun lagu “Tegar” ini, urusan asmara bukanlah sesuatu yang harus dikejar secara ambisius.

“Aku dari dulu memang tidak pernah mencari pasangan. Kalau memang ada jodohnya, pasti akan dipertemukan juga pada waktunya,” tutur Rossa saat ditemui di kawasan Mampang, Jakarta Selatan.

Ia menegaskan bahwa memikirkan target pernikahan di usia tertentu sama sekali tidak ada dalam kamus hidupnya. Rossa merasa prinsip hidupnya adalah menikmati setiap proses yang ada tanpa harus merasa terbebani oleh standar sosial.

Fokus Utama: Kebahagiaan Bersama Buah Hati

Dibandingkan pusing memikirkan jodoh, Rossa memilih untuk memusatkan energi dan perhatiannya kepada anak-anaknya. Setelah dikaruniai putra sulung, Rizky Langit Ramadhan, dari pernikahannya terdahulu, kehadiran putri kecilnya, Raina Mikayla Almahyra, semakin melengkapi warna dalam hidupnya.

Rossa menyadari betul betapa bersyukurnya ia atas perjalanan hidup yang dijalaninya saat ini. Peran sebagai ibu memberikan kebahagiaan utuh yang membuat kehidupannya terasa sudah sangat lengkap.

Pendekatan Unik dan Kekeluargaan Bersama Mantan Suami

Salah satu hal menarik dari cara parenting Rossa adalah bagaimana ia menciptakan pemahaman keluarga yang harmonis dan sederhana bagi putri kecilnya, Raina. Meski secara biologis memiliki latar belakang keluarga yang berbeda dari sang kakak, Rossa memperkenalkan sosok Yoyo ‘Padi’—mantan suaminya—sebagai sosok bapak bagi Raina.

Dengan nada bercanda namun penuh kehangatan, Rossa menceritakan bagaimana ia mengomunikasikan hal ini secara bijak tanpa membuat situasi menjadi rumit.

“Buat Raina, bapaknya dia itu ya Bapak Yoyo juga. Aku cuma bilang ke Mas Yoyo, ‘nebeng ya, Pak’,” ujar Rossa sembari tersenyum.

Bagi Rossa, penjelasan ini sangat alami karena sang putra sulung, Rizky, adalah anak kandung Yoyo. Selama hubungan terjalin baik dan tidak ada pihak yang dirugikan, ia memilih pendekatan yang tidak rumit agar anak-anak tumbuh dalam lingkungan yang penuh kasih sayang.

Keseruan Membesarkan Anak Perempuan

Pengalaman mengasuh anak perempuan menghadirkan warna baru bagi kehidupan Rossa. Setelah bertahun-tahun merawat Rizky yang berjenis kelamin laki-laki, mendampingi Raina membawa dinamika yang sangat berbeda dan menggemaskan.

Rossa menceritakan beberapa perbedaan menarik yang ia rasakan:

Menikmati Masa Kini Tanpa Menutup Diri

Menjelang dua dekade menjalani dinamika kehidupan mandiri, Rossa memberikan teladan bahwa kebahagiaan tidak selalu diukur dari status pernikahan. Ia tidak menutup pintu hatinya untuk masa depan, tetapi juga tidak merasa perlu untuk memaksakan keadaan.

Bagi Rossa, ketika jodoh yang tepat hadir di waktu yang tepat, hal itu akan terjadi secara alami. Namun untuk saat ini, fokus utamanya tetap pada karier, mengasuh anak-anak, dan menikmati setiap detik kehidupannya dengan rasa syukur. (*/tur)

Sumber: https://kalteng.co/
Baca Artikel Asli