PALANGKA RAYA, Kalteng.co-Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai mengganggu aktivitas penerbangan di Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya. Sedikitnya 15 dari total 18 pergerakan pesawat yang dijadwalkan mengalami gangguan akibat jarak pandang yang menurun drastis.
General Manager Angkasa Pura I Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya, I Made Darmawan mengatakan, kondisi tersebut membuat sejumlah penerbangan harus ditunda hingga dibatalkan. Dari total 18 pergerakan pesawat, hanya tiga penerbangan yang dapat direalisasikan.
“Dari hari ini, dari rencana kami itu ada 18 pergerakan. 15 tertunda karena kabut asap. Sehingga memang, dari tadi pagi hanya ada tiga pergerakan pesawat udara,” kata I Made Darmawan saat dihubungi Kalteng.co
Dari sembilan penerbangan yang dijadwalkan berangkat dari Bandara Tjilik Riwut, hanya dua yang berhasil diberangkatkan. Keduanya merupakan penerbangan pagi sekitar pukul 07.00 dan 07.10 WIB dengan tujuan Jakarta. Sementara tujuh penerbangan lainnya dibatalkan.
Pembatalan tersebut berdampak terhadap sekitar 950 penumpang. Sejumlah penerbangan yang terdampak di antaranya tujuan Surabaya pada pukul 09.30 WIB, Yogyakarta pukul 10.30 WIB, Jakarta pukul 13.15 dan 13.50 WIB serta Surabaya pukul 14.30 dan 15.30 WIB.
Menurut I Made, maskapai memberikan sejumlah pilihan kepada penumpang yang terdampak pembatalan. Penumpang dapat melakukan penjadwalan ulang atau mengajukan pengembalian dana tiket sesuai ketentuan yang berlaku. Bagasi penumpang juga dapat diambil kembali.
“Yang diberikan oleh teman-teman maskapai yaitu diberikan refund 100 persen jika memang penumpang itu ingin melakukan pembatalan. Kemudian reschedule ulang kepada masyarakat yang ingin melakukan reschedule,” ujarnya.
Gangguan penerbangan terjadi karena jarak pandang di sekitar bandara berada jauh di bawah kondisi ideal untuk penerbangan. Berdasarkan informasi yang diterima pihak bandara, jarak pandang minimal untuk mendukung proses take-off dan landing berada di kisaran 1.500 hingga 2.000 meter.
Kondisi terburuk terjadi sekitar pukul 16.00 WIB, ketika jarak pandang hanya mencapai sekitar 250 meter. Keputusan untuk melakukan pendaratan atau lepas landas pada kondisi tertentu tetap berada di tangan kapten pilot dengan mempertimbangkan informasi navigasi penerbangan.
“Kami tetap memberikan layanan terkait dengan fasilitas bandar udara. Bandara tetap open sesuai dengan jam operasinya, jam 05.00 sampai jam 17.30,” jelas I Made.
Untuk penerbangan berikutnya, pihak bandara telah menerima jadwal terbaru dari sejumlah maskapai. Garuda Indonesia, Super Air Jet, Lion Air dan Citilink masih menyatakan akan melayani penerbangan.
“Namun, Batik Air telah membatalkan penerbangan reguler Palangka Raya-Jakarta pada pagi hari. Kami berharap kondisi cuaca dan jarak pandang segera membaik sehingga aktivitas penerbangan dapat kembali normal,” pungkasnya. (oiq)