KALTENG.CO-Pendidikan nonformal melalui Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) memegang peranan strategis dalam membekali generasi muda Indonesia dengan keterampilan praktis.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa LKP menjadi salah satu jalur efektif bagi anak-anak bangsa untuk meraih peluang kerja di sektor profesional, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Pernyataan tersebut disampaikan Mu’ti saat menghadiri acara Gebyar Kursus 2026 yang berlangsung di Jakarta pada Sabtu (29/8/2026).
Momentum ini menegaskan kembali komitmen pemerintah dalam memperluas akses pendidikan berbasis kecakapan hidup (life skill).
Pendidikan Berkualitas, Fleksibel, dan Terjangkau untuk Semua
Dalam arahannya, Mendikdasmen menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan partisipasi aktif masyarakat demi mewujudkan pendidikan yang merata dan bermutu. Peran lembaga nonformal dianggap sangat krusial dalam melengkapi sistem pendidikan formal yang ada.
Pemerintah terus mengupayakan layanan pendidikan yang adaptif terhadap kebutuhan zaman serta ramah di kantong masyarakat. Langkah ini sejalan dengan instruksi Presiden untuk menghadirkan layanan pendidikan yang:
-
Aksesibel: Mudah dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat di berbagai daerah.
-
Fleksibel: Mampu menyesuaikan dengan dinamika kebutuhan industri dan pasar kerja.
-
Affordable: Terjangkau secara finansial tanpa mengurangi kualitas pelatihan.
Mu’ti menambahkan bahwa program LKP melengkapi inisiatif formal seperti SMK Go Global dan program SMK 3+1. Sinergi antara jalur formal dan nonformal ini menjadi jawaban nyata dalam membekali generasi muda dengan life skill yang relevan untuk menekan angka pengangguran.
Lulusan LKP Tembus Pasar Kerja Internasional di 11 Negara
Dukungan terhadap efektivitas LKP juga disuarakan oleh Ketua Umum DPP Forum Pengelola Lembaga Kursus dan Pelatihan (FPLKP), Zookifli M. Adam. Ia menjelaskan bahwa LKP didesain khusus untuk mencetak sumber daya manusia (SDM) kompeten yang siap langsung diterjunkan ke dunia kerja.
Kontribusi LKP terbukti nyata dalam membantu pemerintah menuntaskan persoalan pengangguran dan kemiskinan melalui penyerapan tenaga kerja di dalam maupun luar negeri.
-
Sektor Unggulan: Sektor hospitality menjadi penyerap lulusan terbanyak, meliputi perhotelan, staf kapal pesiar, juru masak (chef), housekeeping, hingga caregiver.
-
Jangkauan Global: Alumni LKP telah terserap di 11 negara tujuan internasional, di antaranya Jepang, Malaysia, Bulgaria, Thailand, Albania, Singapura, hingga Turki.
Dukungan DPR RI terhadap Pembangunan SDM
Langkah penguatan pendidikan nonformal ini mendapat apresiasi penuh dari legislatif. Ketua Komisi X DPR RI, Agung Widyantoro, menyatakan kesiapan pihak parlemen untuk mengawal dan mendukung penuh perluasan program pelatihan keterampilan tersebut.
Menurut Agung, keberadaan LKP memberikan dampak langsung terhadap akselerasi pembangunan SDM di Tanah Air. Program ini dinilai selaras dengan prioritas pembangunan nasional yang tertuang dalam visi Asta Cita Presiden, khususnya dalam mencetak tenaga kerja terampil yang siap bersaing di era global. (*/tur)