← Kembali ke https://kalteng.co/

Sering Sakit Lutut Karena Obesitas? Jangan Asal Olahraga, Ini Aturannya

https://kalteng.co/ • 29 August 2026 09:05
Sering Sakit Lutut Karena Obesitas? Jangan Asal Olahraga, Ini Aturannya

KALTENG.CO-Banyak orang mengira obesitas hanya berkaitan dengan risiko penyakit jantung atau gangguan metabolik seperti diabetes. Padahal, berat badan berlebih juga berdampak langsung pada kesehatan tulang dan sendi, terutama area lutut.

Tekanan berlebih akibat akumulasi massa tubuh dapat memicu Osteoartritis (OA) lutut, sebuah kondisi kronis yang menyebabkan nyeri hebat, kekakuan, hingga penurunan fungsi mobilitas secara signifikan.

Beban Mekanis dan Faktor Proinflamasi pada Sendi Lutut

Penanganan OA lutut pada individu dengan obesitas melibatkan dua tantangan utama yang terjadi secara bersamaan:

Menurut dr. Ihsan Oesman, Sp.OT, Subsp.KP, dokter spesialis bedah ortopedi dan traumatologi, penanganan obesitas yang komprehensif menjadi kunci utama untuk meredakan tekanan mekanis dan biologis pada lutut.

Manfaat Penurunan Berat Badan 10 Persen bagi Penderita OA Lutut

Penurunan berat badan sebesar 10% dari total berat badan dapat memberikan perbaikan gejala yang sangat signifikan. Berdasarkan berbagai uji klinis—termasuk studi pada perempuan lansia serta uji klinis STEP OA yang menggunakan pendekatan terapi GLP-1—penurunan berat badan yang terukur mampu:

  1. Mengurangi WOMAC Pain Score: Tingkat nyeri lutut berkurang drastis saat beraktivitas maupun beristirahat.

  2. Meningkatkan Mobilitas Sehari-hari: Lebih dari 60% pasien melaporkan peningkatan fungsi fisik yang nyata.

  3. Mencegah Kerusakan Sendi Lebih Lanjut: Memperlambat laju pengikisan rawan sendi.

Strategi Olahraga Aman: Terapkan Start Low, Go Slow

Menjalani program aktivitas fisik saat mengalami nyeri lutut memang tidak mudah. dr. Andhika Raspati, Sp.KO, dokter spesialis kedokteran olahraga, menekankan pentingnya menjaga massa otot (muscle mass) saat menurunkan lemak tubuh agar tidak terjadi efek yoyo atau penurunan kebugaran.

Jenis Latihan Rekomendasi Bentuk Latihan Frekuensi / Target Durasi
Kardio Low-Impact Bersepeda statis (recumbent bike), berenang, berjalan di air 30 menit/hari (150–300 menit/minggu)
Latihan Kekuatan Leg press, quadriceps setting, latihan beban tubuh bagian atas 2–3 kali seminggu (bertahap)

Catatan Penting: Terapkan prinsip start low, go slow (mulai dari intensitas rendah, tingkatkan perlahan) dan konsultasikan dengan dokter sebelum memulai program latihan untuk menghindari cedera sendi.

Mengubah Paradigma: Obesitas Adalah Kondisi Medis Kronis

Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, prevalensi obesitas pada penduduk berusia di atas 18 tahun mencapai 23,4% (hampir 1 dari 4 orang dewasa).

dr. Riyanny M. Tarliman dari Novo Nordisk Indonesia menegaskan bahwa obesitas bukanlah kegagalan pribadi atau sekadar masalah penampilan, melainkan penyakit kronis kompleks yang dipengaruhi faktor genetik, biologis, dan lingkungan.

Jika perubahan gaya hidup seperti diet dan olahraga belum memberikan hasil memadai akibat kendala nyeri atau dorongan lapar yang tinggi, intervensi medis tambahan—termasuk farmakoterapi berbasis rekomendasi dokter—dapat dipertimbangkan sebagai bagian dari tata laksana menyeluruh. (*/tur)

Sumber: https://kalteng.co/
Baca Artikel Asli