← Kembali ke https://kalteng.co/

Kabut Asap Makin Pekat, Disdik Palangka Raya Alihkan Pembelajaran ke Sistem Daring

https://kalteng.co/ • 28 August 2026 18:43
Kabut Asap Makin Pekat, Disdik Palangka Raya Alihkan Pembelajaran ke Sistem Daring

PALANGKA RAYA, Kalteng.co – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai berdampak langsung terhadap aktivitas pendidikan di Kota Palangka Raya. Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya memutuskan mengalihkan kegiatan belajar mengajar menjadi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

Kebijakan tersebut berlaku bagi seluruh satuan pendidikan PAUD, SD dan SMP, baik negeri maupun swasta. PJJ dilaksanakan pada 28, 29 dan 31 Agustus 2026 sebagai langkah perlindungan terhadap peserta didik di tengah kondisi kualitas udara yang memburuk. Keputusan itu tertuang dalam Surat Edaran Nomor 400.3.5.1/3797/Disdik.Umpeg/VIII/2026 tertanggal 27 Agustus 2026 yang ditandatangani Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya, Jayani.

Kebijakan tersebut diambil setelah hasil pemantauan kualitas udara oleh BMKG pada Kamis (27/8/2026) pukul 08.00 hingga 12.00 WIB menunjukkan konsentrasi partikulat PM2,5 berada pada kategori tidak sehat hingga berbahaya. Konsentrasinya tercatat berada di atas 200 µg/m³.

Dalam surat edaran itu, proses pembelajaran tetap diwajibkan berjalan melalui sistem daring dengan metode yang sederhana dan efektif. Para tenaga pendidik tetap melaksanakan kegiatan pembelajaran dari sekolah masing-masing dengan memanfaatkan aplikasi yang telah disediakan.

Sementara itu, orang tua atau wali murid diminta mendampingi anak selama mengikuti pembelajaran dari rumah. Peserta didik juga diimbau tidak melakukan aktivitas di luar rumah serta tetap menerapkan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga tetap berjalan, dengan makanan dapat diambil orang tua atau wali di sekolah pada 28 Agustus 2026.

Dinas Pendidikan juga meminta setiap satuan pendidikan melaporkan pelaksanaan PJJ kepada Disdik melalui Pengawas Pembina masing-masing. Adapun kebijakan pembelajaran untuk hari berikutnya akan kembali dievaluasi berdasarkan perkembangan kualitas udara dan hasil koordinasi dengan instansi terkait.

Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya, Jayani, menegaskan pengalihan pembelajaran merupakan langkah taktis untuk mengantisipasi dampak kabut asap terhadap kesehatan warga sekolah. “Pembelajaran tetap berjalan, namun keselamatan dan kesehatan peserta didik adalah prioritas utama,” tutupnya. (oiq)

Sumber: https://kalteng.co/
Baca Artikel Asli