KALTENG.CO-Kesehatan mental kerap kali terabaikan dibandingkan kesehatan fisik. Banyak orang tekun berolahraga, menjaga pola makan, dan tidur cukup, namun abai terhadap kondisi psikologisnya.
Padahal, kesehatan emosional dan mental memengaruhi seluruh aspek kehidupan—mulai dari cara berpikir, membuat keputusan, hingga kualitas hubungan sosial.
Bagi yang merasa belum siap atau canggung untuk berkonsultasi dengan profesional seperti psikolog, ada langkah-langkah mandiri yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Berdasarkan rilis dari Psychology Today, berikut enam kebiasaan sederhana yang secara psikologis terbukti ampuh merawat kesehatan mental:
1. Mengenali dan Memberi Nama pada Emosi Langkah awal merawat mental adalah memahami perasaan secara presisi. Dibandingkan hanya berkata “saya sedang tidak baik-baik saja”, cobalah mengidentifikasi emosi yang ada—apakah itu kecewa, takut, atau kewalahan.
Memberi nama pada emosi membantu seseorang mengambil jarak psikologis sehingga tidak mudah terdistraksi oleh respons emosional sesaat. Menulis jurnal harian pendek berisi perasaan, penyebab, dan kebutuhan saat itu sangat disarankan untuk mengenali pola emosi secara konsisten.
2. Memperbaiki Cara Berbicara kepada Diri Sendiri (Self-Talk) Tanpa disadari, seseorang sering memarahi diri sendiri menggunakan kata-kata kasar saat mengalami kegagalan. Cobalah mengubah narasi internal tersebut menjadi lebih berbelas kasih dan realistis.
Mengubah kalimat “Saya gagal karena tidak becus” menjadi “Saya melakukan kesalahan, apa yang bisa dipelajari dari sini?” membantu menciptakan pemikiran objektif tanpa merendahkan harga diri.
3. Mengurangi Kebiasaan Membandingkan Diri di Media Sosial Membandingkan pencapaian hidup sendiri dengan potongan kehidupan orang lain di media sosial dapat memicu rasa cemas dan rendah diri. Untuk menjaganya, batasi paparan terhadap akun-akun yang memicu emosi negatif. Fokus yang lebih sehat adalah membandingkan pencapaian diri saat ini dengan kondisi diri di masa lalu.
4. Membangun Rutinitas Fisik dan Mental yang Stabil Kondisi fisik dan mental saling berkaitan erat. Menjaga pola tidur yang teratur, beraktivitas fisik ringan seperti berjalan kaki, serta mengonsumsi makanan bernutrisi membantu tubuh mengelola stres dengan lebih baik. Rutinitas harian yang jelas juga memberikan rasa kendali saat kondisi hidup terasa kacau.
5. Tidak Mengisolasi Diri di Masa Sulit Menarik diri saat menghadapi masalah memang reaksi yang alami, namun isolasi berkepanjangan justru mengurung pikiran dalam lingkaran negatif. Menjaga komunikasi dengan satu atau dua orang terpercaya—walau sekadar mengobrol ringan—sangat membantu meredakan beban mental.
6. Belajar Menantang Pikiran Negatif Otomatis Pikiran negatif yang muncul saat stres bukanlah sebuah fakta mutlak. Ketika muncul pikiran “pasti semuanya akan gagal”, cobalah untuk mengujinya secara kritis. Carilah bukti objektif dan ganti asumsi tersebut dengan pemikiran yang lebih berimbang dan berbasis realita.
Merawat kesehatan mental adalah proses bertahap yang membutuhkan konsistensi, bukan kesempurnaan. Langkah-langkah di atas dapat menjadi awal yang baik untuk membangun ketahanan emosional harian.
Meski demikian, jika tekanan emosional, kecemasan, atau depresi sudah sangat mengganggu fungsi kehidupan sehari-hari dan berlangsung lama, menghubungi psikolog atau psikiater tetap merupakan langkah terbaik dan bijak yang sangat dianjurkan. (*/tur)