PANGKALAN BUN, Kalteng.co – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) mendorong pemerintah daerah bersama masyarakat melakukan berbagai upaya untuk menghadapi dampak kemarau panjang. Selain langkah teknis di lapangan, Pemkab Kobar bersama masyarakat menggelar tradisi adat Menuba di kawasan Teluk Pamali, hulu Sungai Arut, Desa Riam, Kecamatan Arut Utara.
Bupati Kotawaringin Barat, Hj. Nurhidayah, hadir langsung dalam kegiatan tersebut. Ia menyampaikan bahwa tradisi Menuba merupakan bagian dari ikhtiar spiritual masyarakat adat Dayak untuk memohon turunnya hujan di tengah kondisi kemarau. Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran kepala perangkat daerah di lingkungan Pemkab Kobar serta tokoh masyarakat setempat.
Menurut Nurhidayah, Menuba bukan sekadar tradisi menangkap ikan secara massal. Bagi masyarakat adat, kegiatan tersebut memiliki nilai budaya dan spiritual yang telah diwariskan secara turun-temurun. “Ini adalah bagian dari ikhtiar bersama masyarakat. Jadi, tidak hanya sekadar tradisi menangkap ikan, kegiatan ini sudah menjadi ritual sakral yang lekat dengan nilai spiritual bagi masyarakat adat,” ujar Nurhidayah.
Dalam pelaksanaannya, Menuba merupakan tradisi menangkap ikan secara bersama-sama dengan memanfaatkan bahan alami dari tanaman tuba. Cairan dari akar atau getah tuba digunakan dalam proses tradisional untuk memudahkan warga menangkap ikan di aliran sungai. Tradisi tersebut juga mencerminkan semangat gotong royong masyarakat. Warga berkumpul dan bekerja sama dalam menjalankan prosesi yang menjadi bagian dari kearifan lokal masyarakat di wilayah Kobar.
Pemkab Kobar berharap ikhtiar bersama tersebut dapat membawa keberkahan sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan masyarakat dalam menghadapi kondisi kemarau dan ancaman karhutla. Di sisi lain, upaya penanganan karhutla tetap membutuhkan langkah nyata, terutama pencegahan dan kesiapsiagaan masyarakat. Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai pihak dinilai penting untuk mengurangi risiko kebakaran serta dampaknya terhadap lingkungan. (aza)