← Kembali ke https://kalteng.co/

BGN Dicoret 80 Sekolah Swasta Elite dari Program Makan Bergizi Gratis

https://kalteng.co/ • 28 August 2026 13:46
BGN Dicoret 80 Sekolah Swasta Elite dari Program Makan Bergizi Gratis

KALTENG.CO-Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah tegas dengan melakukan penyisiran ulang terhadap daftar penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kepala BGN, Sudaryono, mengonfirmasi bahwa sebanyak 80 sekolah swasta elite dan sekolah berkonsep asrama resmi dikeluarkan dari daftar penerima manfaat.

Langkah ini diambil guna memastikan pendistribusian program MBG lebih tepat sasaran serta berfokus pada kelompok masyarakat yang benar-benar membutuhkan bantuan pemenuhan gizi.

Alasan Pengeluaran Sekolah Swasta Elite dari Radar MBG

Sudaryono menjelaskan bahwa lembaga pendidikan yang dicoret umumnya merupakan sekolah swasta dengan fasilitas mandiri atau sekolah menengah berbasis asrama yang telah memiliki alokasi anggaran konsumsi internal.

  • Sudah Memiliki Fasilitas Mandiri: Sekolah yang memiliki sistem penyediaan makanan sendiri dinilai tidak memerlukan intervensi bantuan dari pemerintah.

  • Efisiensi Anggaran: Pengalihan alokasi dilakukan agar dana negara dapat dioptimalkan bagi sekolah yang berada di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) serta sekolah penerima berpenghasilan rendah.

  • Transparansi Sistem: Penyesuaian data ini langsung diintegrasikan ke dalam platform pantau digital. Sekolah yang dikeluarkan akan ditandai secara eksplisit dalam sistem Radar MBG.

“Kita sudah sisir. Beberapa sekolah swasta yang memang swasta elite, saya kira tidak membutuhkan MBG. Ada 80-an sekolah se-Indonesia yang kami keluarkan, contohnya seperti JIS, Sekolah Cikal, Taruna Nusantara, hingga Kemala Bhayangkari,” ujar Sudaryono di Jakarta, Jumat (28/8/2026).

Evaluasi Berkelanjutan Program MBG Nasional

Pelaksanaan program MBG skala nasional terus mendapatkan penyempurnaan langsung dari pemerintah pusat. Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pemerintah tidak menutup mata terhadap berbagai tantangan operasional di lapangan dalam mengelola program yang kini telah menjangkau lebih dari 62 juta penerima manfaat tersebut.

Evaluasi berkala terus dilakukan untuk meminimalisasi kendala teknis dan menjamin kualitas makanan yang didistribusikan.

Sasaran Utama Prioritas Program Gizi

Pemerintah menegaskan komitmennya untuk memprioritaskan kelompok rentan yang membutuhkan peningkatan nutrisi secara signifikan. Pembenahan program tidak hanya berfokus pada ketepatan data sekolah, tetapi juga memastikan pemenuhan gizi pada segmen masyarakat luas.

  • Anak-Anak Usia Sekolah & Balita: Memastikan tumbuh kembang optimal dan mencegah risiko stunting.

  • Ibu Hamil: Menjaga kesehatan janin sejak dalam kandungan.

  • Lanjut Usia (Lansia): Membantu ketahanan fisik dan kesejahteraan kelompok lansia kurang mampu.

“MBG adalah program yang besar. Tantangannya banyak, kekurangannya masih ada, tetapi kita akan selesaikan semua. Yang terpenting adalah manfaatnya benar-benar diterima oleh anak-anak, ibu hamil, dan orang tua lanjut usia,” tegas Presiden Prabowo. (*/tur)

Sumber: https://kalteng.co/
Baca Artikel Asli