KATINGAN, Kalteng.co – Keterbatasan akses geografis tidak menyurutkan semangat siswa SMAN 2 Katingan Kuala, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, untuk berprestasi. Sekolah di wilayah pesisir selatan Katingan itu sukses meraih Juara I Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 tingkat nasional. Prestasi tersebut menjadi pembuktian setelah sebelumnya mereka gagal melaju dari babak penyisihan pada ajang yang sama tahun 2025. Kegagalan itu justru menjadi motivasi untuk kembali mempersiapkan diri.
Seleksi tahun ini dimulai dari tingkat sekolah dengan melibatkan lebih dari 30 siswa. Sebanyak 10 siswa terbaik kemudian mendapatkan pembinaan hingga akhirnya berhasil menjadi juara tingkat Kabupaten Katingan dan Juara I tingkat Provinsi Kalimantan Tengah.
Kepala SMAN 2 Katingan Kuala, Sumanto, S.Pd., mengatakan persiapan menuju tingkat nasional dilakukan secara intensif. Pembinaan digelar rutin setiap akhir pekan dengan materi pendalaman, simulasi lomba hingga analisis kompetisi tahun sebelumnya.
Persiapan juga didukung fasilitas digital berupa papan tulis interaktif dan akses internet Starlink bantuan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah. Fasilitas tersebut dimanfaatkan untuk mengikuti pembinaan virtual dari Dinas Pendidikan Provinsi Kalteng.
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pemerintah Provinsi Kalteng dan Dinas Pendidikan atas bantuan sarana digital ini yang memberikan dampak sangat positif bagi pembelajaran peserta didik,” ujar Sumanto, Kamis (27/8).
Hadapi Tantangan Geografis
Perjalanan menuju Palangka Raya juga menjadi tantangan tersendiri bagi para siswa. Ketiadaan akses jalur darat dari Kecamatan Katingan Kuala membuat perjalanan menuju ibu kota provinsi dapat memakan waktu hingga 12 jam. Saat melintasi Sungai Hantipan di Kecamatan Mendawai yang dangkal akibat surut, peserta bahkan harus turun, berjalan kaki dan mendorong perahu bermotor atau ces agar perjalanan dapat dilanjutkan.
Meski demikian, kondisi tersebut tidak menghalangi perjuangan mereka hingga akhirnya mampu menjadi juara nasional. Sumanto berharap prestasi tersebut dapat membuka kesempatan bagi para siswa untuk mendapatkan beasiswa dan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi terbaik.
“Rata-rata mereka berasal dari keluarga kurang mampu, namun memiliki tekad dan kemauan yang luar biasa. Semoga mereka dapat diterima di perguruan tinggi terbaik dan kelak kembali untuk membangun daerah,” harapnya. Selain LCC Empat Pilar, SMAN 2 Katingan Kuala juga meraih Juara I FLS3N cabang Baca Puisi tingkat Kabupaten Katingan dan Juara III FLS3N cabang Cipta Puisi tingkat Provinsi Kalimantan Tengah pada 2026.
Sementara itu, Ketua OSIS sekaligus anggota Tim LCC, Riswati, mengaku terharu atas keberhasilan timnya. “Sempat tidak menyangka bisa bersaing dengan sekolah-sekolah hebat dari seluruh provinsi di Indonesia. Rasa lelah dan pengorbanan waktu bermain langsung terbayar lunas,” ungkapnya.
Menurut Riswati, kunci keberhasilan tim adalah pemahaman materi, mind mapping, flashcard, dan sistem tutor sebaya. Babak cepat tepat menjadi tantangan paling menegangkan karena peserta dituntut menjawab dengan cepat tanpa berdiskusi.
Ia pun mengajak generasi muda untuk tidak takut gagal dan terus berusaha. “Kegagalan di awal itu biasa, yang penting konsisten dan terus berusaha. Kalau kami yang dari pelosok bisa sampai di sini, teman-teman lain juga pasti bisa,” tuturnya. Pada grand final, SMAN 2 Katingan Kuala meraih 140 poin, unggul jauh dari SMAN 8 Jakarta yang mengoleksi 75 poin. Juara III diraih SMAN 1 Tanjung Selor dengan 70 poin, sedangkan SMAN 2 Bogor berada di posisi keempat dengan 65 poin. (aza)