KALTENG.CO-Polda Kalimantan Selatan (Kalsel) menerapkan terobosan baru untuk meningkatkan efektivitas pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah lahan gambut Banjarbaru.
Langkah strategis ini diprioritaskan untuk mengamankan kawasan vital, terutama area sekitar Bandara Syamsudin Noor, guna mengantisipasi gangguan kabut asap pada penerbangan.
Penggunaan formula cairan khusus berbasis tepung ini merupakan dukungan langsung dari Mabes Polri yang difokuskan untuk memutus rantai api di lahan gambut yang dikenal sulit dipadamkan.
“Atas dukungan dan arahan bapak Kapolri, kami melakukan pengujian formula bubuk tepung yang dicampur air ini dan hasilnya menunjukkan efektif menekan laju api,” ujar Kapolda Kalsel Irjen Pol Dr. Rosyanto Yudha Hermawan, Jumat (28/8/2026).
Formula Pati Singkong dan Cara Kerja Cairan
Inovasi pemadam karhutla ini memanfaatkan campuran pati singkong (tepung ubi), amonium polifosfat, air, dan zat pembasah. Kombinasi kimia dan alami ini dirancang khusus untuk memperlambat hingga menghentikan perambatan api pada lahan kering.
-
Penurunan Temperatur: Kandungan air dalam campuran berfungsi menyerap panas ekstrem dan menyiram vegetasi yang terbakar.
-
Peningkatan Adhesi: Pati singkong bertindak sebagai agen perekat agar cairan pemadam tidak cepat menguap atau meresap hilang, melainkan bertahan lama membasahi permukaan tanah secara merata.
-
Penghambat Api: Amonium polifosfat dan zat pembasah bekerja menghentikan reaksi kimia pembakaran pada serat-serat gambut.
Penerapan Metode Suntik Gambut hingga Kedalaman 2 Meter
Selain menyemprotkan cairan tepung di permukaan, Polda Kalsel menggandeng Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) untuk menerapkan metode suntik gambut.
| Parameter | Detail Pelaksanaan |
| Teknik Pemadaman | Penyuntikan air bertekanan langsung ke dalam tanah gambut. |
| Kedalaman Injeksion | Menjangkau kedalaman hingga 2 meter di bawah permukaan. |
| Campuran Cairan | Air yang dikombinasikan dengan busa (wetting agent). |
| Hasil Uji Coba | Penurunan suhu tanah secara signifikan dan mematikan bara api bawah tanah dalam radius 1 meter dari titik suntik. |
Target Produksi Massal dan Wilayah Prioritas
Saat ini, Bidang Laboratorium Forensik (Bidlabfor) Polda Kalsel tengah memproses pengembangan dan penggandaan formula cairan pembasah tersebut agar dapat diproduksi secara massal.
Kapolda Kalsel menargetkan cairan inovatif ini dapat segera didistribusikan dan digunakan secara meluas untuk pemadaman di lapangan. Fokus utama pembasahan akan diarahkan pada tiga kawasan rawan karhutla di Banjarbaru:
-
Guntung Damar
-
Hutan Lindung Liang Anggang
-
Pengayuan
Melalui kombinasi formulasi cair berbasis tepung ubi dan teknik suntik gambut dalam, Polda Kalsel optimistis ancaman kebakaran lahan gambut dan bahaya kabut asap di wilayah Kalsel dapat ditekan secara signifikan. (*/tur)