← Kembali ke https://kalteng.co/

Karhutla Katingan Masuk Kategori Ekstrem, Warga Diminta Waspada

https://kalteng.co/ • 27 August 2026 11:21
Karhutla Katingan Masuk Kategori Ekstrem, Warga Diminta Waspada

KATINGAN, Kalteng.co – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Katingan semakin meningkat. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Katingan menerbitkan peringatan dini setelah hasil pemantauan Sistem Informasi Peringkat Bahaya Kebakaran Hutan dan Lahan (SIAPI) menunjukkan seluruh wilayah Katingan berada dalam kategori ekstrem.

Kondisi tersebut dipicu kekeringan yang melanda hampir seluruh wilayah Katingan akibat tidak adanya curah hujan dalam waktu cukup lama. Kondisi lahan yang sangat kering membuat potensi terjadinya kebakaran semakin tinggi dan api diperkirakan lebih sulit dikendalikan apabila muncul titik api.

Kepala DLH Kabupaten Katingan Yobie Sandra mengatakan, kekeringan parah terjadi di hampir seluruh wilayah. Di wilayah utara dan tengah yang meliputi Kecamatan Bukit Raya, Petak Malai, Katingan Hulu, Marikit, Sanaman Mantikei, Katingan Tengah, Pulau Malan, Tewang Sangalang Garing, Katingan Hilir, dan Tasik Payawan, stasiun pemantau mencatat curah hujan 0 milimeter (mm) selama 26 hari berturut-turut sejak 31 Juli 2026.

Kondisi lebih mengkhawatirkan terjadi di wilayah selatan Katingan yang mencakup Kecamatan Katingan Kuala, Mendawai, dan Kamipang. Pemantauan menunjukkan tidak terjadi hujan selama 53 hari sejak 4 Juli 2026.

“Hal ini memicu peningkatan tingkat kekeringan permukaan tanah yang sangat signifikan. Sehingga kawasan bagian selatan menjadi titik paling rentan terhadap paparan api,” jelas Yobie Sandra, Rabu (26/8). Kekeringan panjang tersebut juga mulai berdampak terhadap kualitas udara regional. Berdasarkan data pemantauan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) pada 26 Agustus 2026 pukul 07.30 WIB, konsentrasi PM2.5 tercatat mencapai 222.

Angka tersebut menunjukkan kualitas udara berada dalam kategori sangat tidak sehat. Kondisi ini berpotensi membahayakan kesehatan masyarakat, terutama kelompok yang sensitif terhadap gangguan pernapasan. Menghadapi kondisi tersebut, Yobie Sandra mengimbau masyarakat dan pelaku usaha untuk tidak melakukan aktivitas pembakaran lahan dalam bentuk apa pun.

Menurutnya, pencegahan sejak dini menjadi langkah penting untuk mencegah karhutla meluas di tengah kondisi cuaca kering yang masih fluktuatif. “Pemerintah Daerah melalui DLH Katingan akan terus memperbarui informasi peringatan dini, dan memantau perkembangan indikator cuaca serta kualitas udara secara berkala,” tandasnya. (aza)

Sumber: https://kalteng.co/
Baca Artikel Asli