← Kembali ke https://kalteng.co/

Fenomena Gosong Mirip Pantai di Tengah Kota Muara Teweh, Shalahuddin Kenang Masa Kecil 40 Tahun Silam

https://kalteng.co/ • 26 August 2026 11:10
Fenomena Gosong Mirip Pantai di Tengah Kota Muara Teweh, Shalahuddin Kenang Masa Kecil 40 Tahun Silam

MUARA TEWEH, Kalteng.co – Fenomena alam unik muncul di kawasan aliran Sungai Bengaris, Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara. Hamparan pasir yang terbentuk akibat surutnya debit Sungai Barito tersebut kini menjadi perhatian warga dan bahkan dimanfaatkan sebagai destinasi wisata dadakan.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Barito Utara bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) meninjau langsung kawasan tersebut pada Senin (24/8). Peninjauan dipimpin Bupati Barito Utara H Shalahuddin, didampingi istri sekaligus Ketua TP PKK Barito Utara Hj Maya Savitri Shalahuddin, Sekretaris Daerah Drs Muhlis, serta sejumlah kepala perangkat daerah.

Kawasan yang berada di tepian Sungai Barito, tepatnya di sekitar Pasar Pendopo, oleh masyarakat setempat dikenal dengan sebutan “Gosong”. Daratan berpasir tersebut muncul akibat kemarau panjang yang menyebabkan debit air sungai menyusut cukup drastis.

Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), ketinggian muka air Sungai Barito di Muara Teweh saat ini sekitar 0,6 meter. Angka tersebut jauh lebih rendah dibandingkan kondisi normal yang berada pada kisaran 5 hingga 11,5 meter. Kondisi surutnya air Sungai Barito justru menghadirkan pemandangan berbeda. Hamparan pasir yang luas menyerupai kawasan pantai di tengah kota tersebut kini ramai dikunjungi warga, terutama pada sore hari.

Suasana kawasan Gosong semakin hidup menjelang senja. Warga datang untuk bersantai, menikmati pemandangan, hingga mengabadikan momen bersama keluarga. Nuansa rekreasi juga semakin terasa dengan alunan musik dari kawasan Pasar Pendopo. Saat meninjau lokasi, Shalahuddin menyempatkan diri menyapa warga yang sedang menikmati suasana. Fenomena tersebut juga membangkitkan kenangan masa kecilnya sekitar empat dekade lalu.

“Sekitar 40 tahun yang lalu, tempat ini adalah saksi bisu masa kecil saya. Siapa sangka, fenomena alam akibat kemarau ini justru menghadirkan lanskap unik menyerupai pantai yang kini ramai dikunjungi warga,” kenang Shalahuddin. Menurutnya, kawasan Gosong memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi ruang publik sekaligus destinasi wisata alternatif bagi masyarakat Muara Teweh.

“Ini sebenarnya potensi wisata yang sangat menjanjikan. Ketika air surut, kawasan tepian ini menjadi sangat lapang dan menyajikan suasana yang berbeda. Sangat cocok menjadi ruang rekreasi dadakan bagi masyarakat Muara Teweh,” tambahnya.

Shalahuddin berharap kawasan Gosong dapat ditata secara lebih baik dan permanen. Ia menginginkan lokasi tersebut tidak hanya ramai ketika musim kemarau, tetapi dapat dikembangkan menjadi kawasan rekreasi yang nyaman untuk menikmati panorama Sungai Barito.

Menurutnya, penataan kawasan yang dilakukan secara tepat berpotensi memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat sekitar. Meningkatnya kunjungan wisatawan maupun warga lokal dapat membuka peluang usaha baru, khususnya bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Bupati juga mengingatkan masyarakat yang berkunjung untuk tetap menjaga kebersihan dan ketertiban kawasan. “Mari bersama-sama kita jaga kebersihan kawasan ini. Jika lingkungannya bersih, tertib, dan nyaman, pengunjung tentu akan semakin ramai. Hal ini sejalan dengan komitmen kita bersama dalam mengembangkan potensi pariwisata di Muara Teweh,” pungkasnya.(aza)

Sumber: https://kalteng.co/
Baca Artikel Asli