← Kembali ke https://kalteng.co/

Masih Berseragam Sekolah, Jali Turun ke Lokasi Karhutla Bantu Petugas Padamkan Api di Langkai

https://kalteng.co/ • 23 August 2026 03:39
Masih Berseragam Sekolah, Jali Turun ke Lokasi Karhutla Bantu Petugas Padamkan Api di Langkai

?PALANGKA RAYA, Kalteng.co – Saat sebagian anak seusianya menghabiskan waktu sepulang sekolah untuk bermain atau beristirahat, Jali justru memilih berada di garis depan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Masih mengenakan seragam sekolah dasar, siswa kelas VI SD NU Kota Palangka Raya itu terlihat ikut membantu petugas gabungan memadamkan api yang membakar lahan di kawasan Langkai Permai I, Kelurahan Langkai, Kecamatan Pahandut, Kota Palangka Raya, Kamis (20/8/2026).
?
?Pemandangan tersebut menjadi perhatian warga sekitar. Dengan peralatan seadanya, Jali bersama beberapa temannya berada di sekitar lokasi kebakaran, membantu semampunya dalam proses pemadaman agar api tidak semakin meluas dan mendekati permukiman warga.
?
?Bagi Jali, karhutla bukan sekadar peristiwa yang ia lihat dari kejauhan. Asap yang menyelimuti lingkungan dan ancaman api yang mendekat membuatnya merasa terpanggil untuk ikut berbuat sesuatu bagi wilayah tempat ia tinggal. ?”Kalau apinya makin besar, lingkungan kami bisa rusak. Kami juga tidak mau asapnya semakin banyak,” ujar Jali saat berada di lokasi.
?
?Meski usianya masih belia, Jali menunjukkan kepedulian yang jarang dimiliki anak-anak seusianya. Di tengah kondisi cuaca yang panas dan medan yang cukup berat, ia tetap bersemangat membantu para petugas yang berjibaku mengendalikan kobaran api.
?
?Aksi spontan tersebut mendapat apresiasi dari berbagai pihak, termasuk Lurah Langkai, Muhamad Abidin, SH. Menurutnya, apa yang dilakukan Jali mencerminkan tumbuhnya kesadaran lingkungan pada generasi muda.
?
?”Jali menunjukkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan tidak mengenal usia. Semangat dan keberaniannya patut menjadi inspirasi bagi anak-anak lainnya. Namun tentu kami tetap mengingatkan agar keselamatan menjadi prioritas utama,” kata Muhamad Abidin.
?
?Ia menilai kehadiran Jali di lokasi karhutla bukan hanya tentang membantu pemadaman, tetapi juga menjadi simbol kuat bahwa semangat gotong royong masih hidup di tengah masyarakat.
?
?”Di saat banyak orang khawatir dengan masa depan lingkungan, kita justru melihat harapan itu hadir dari seorang anak sekolah. Ini menjadi pesan bahwa menjaga alam adalah tanggung jawab bersama,” tambahnya.
?
?Karhutla yang terjadi di sejumlah titik di Kota Palangka Raya memang membutuhkan perhatian semua pihak. Namun di balik situasi tersebut, muncul kisah inspiratif dari seorang bocah berseragam sekolah yang memilih ikut bergerak daripada hanya menjadi penonton.
?
?Di tengah kepulan asap dan panasnya cuaca, Jali membuktikan bahwa keberanian, kepedulian, dan cinta terhadap lingkungan tidak selalu diukur dari usia, melainkan dari kemauan untuk berbuat bagi sesama dan daerah yang dicintai. (pra)

Sumber: https://kalteng.co/
Baca Artikel Asli