PALANGKA RAYA, Kalteng.co-Menghadapi kondisi alam yang semakin memburuk akibat kabut asap dan kekeringan panjang di wilayah Provinsi Kalimantan Tengah, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah melalui Dinas Pendidikan (Disdik) mengambil langkah spiritual yang serius.
Melalui Surat Edaran (SE) resmi nomor 400.3.1/4591/Disdik/SE.02/VIII/2026 yang diterbitkan pada 21 Agustus 2026, Disdik Kalteng menginstruksikan seluruh satuan pendidikan setingkat SMA, SMK, dan SKh se-Kalimantan Tengah untuk melaksanakan Shalat Istisqa Berjamaah.
Ini merupakan bentuk kepedulian dan ikhtiar bersama dari seluruh elemen pendidikan di Kalteng untuk memohon pertolongan dari Allah SWT agar bencana asap dan kekeringan segera berakhir.
Fokus Pemusatan Shalat Istisqa di Bundaran Besar Talawang, Palangka Raya
Berdasarkan surat edaran tersebut, pelaksanaan Shalat Istisqa di Kota Palangka Raya akan dipusatkan di ikon kota, Bundaran Besar Talawang. Kegiatan yang akan diikuti oleh seluruh pejabat, pegawai di lingkungan Disdik Kalteng, serta perwakilan guru dan siswa SMA/SMK/SKh dari wilayah Kota Palangka Raya yang beragama Islam, akan dilaksanakan pada:
-
Hari, Tanggal: Minggu, 23 Agustus 2026
-
Pukul: 07.00 WIB sampai selesai
-
Tempat: Bundaran Besar Talawang Palangka Raya
Para peserta diharapkan hadir 30 menit sebelum kegiatan dimulai, dengan mengenakan busana muslim/muslimah yang sopan dan sesuai, serta membawa sajadah atau alas untuk shalat masing-masing.
Instruksi Khusus untuk Sekolah se-Kalimantan Tengah: Shalat Istisqa di Sekolah dan Koordinasi dengan Pemerintah Setempat
Sementara itu, untuk satuan pendidikan SMA/SMK/SKh yang berada di luar Kota Palangka Raya, Kepala Dinas Pendidikan Kalteng memberikan instruksi yang lebih luas. Melalui surat edaran tersebut, para Kepala Sekolah diminta untuk mengajak dan memfasilitasi pelaksanaan Shalat Istisqa di sekolah masing-masing, yang diikuti oleh seluruh siswa serta guru yang beragama Islam.
Untuk sekolah-sekolah di kabupaten yang ingin melaksanakan dalam skala yang lebih besar, surat edaran menyarankan agar berkoordinasi dengan Pemerintah setempat.
Dr. Muhammad Reza Prabowo, S.IP, M.P.A: “Shalat Istisqa Adalah Doa dan Ikhtiar Memohon Rahmat”
Masih dikutip dalam surat edaran ini, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah, Dr. Muhammad Reza Prabowo, S.IP, M.P.A, menekankan pentingnya langkah ini. Kutipan beliau di dalam surat edaran menjadi inti dari seluruh instruksi.
“Dalam rangka memohon rahmat dan pertolongan Allah SWT serta sebagai bentuk ikhtiar bersama menghadapi kondisi kabut asap dan kekeringan di Provinsi Kalimantan Tengah, maka saya meminta kepada Bapak/Ibu Kepala SMA/SMK/SKh Se-Kalimantan Tengah agar mengajak dan memfasilitasi pelaksanaan Sholat Istisqa di sekolahnya masing-masing,” ujar Dr. Muhammad Reza Prabowo dalam keterangannya yang tercantum dalam SE dikutip pada Sabtu (22/8/2026),
Ia juga menambahkan bahwa ikhtiar ini bukan hanya kewajiban tapi juga sebuah kesempatan untuk mendidik siswa-siswi kita tentang nilai-nilai spiritual dalam menghadapi cobaan. “Shalat Istisqa adalah doa kolektif kita, bentuk kerendahan hati kita untuk memohon hujan. Kami berharap semua pihak dapat bersiap dan mengikuti kegiatan ini dengan khusyuk.“
Implikasi bagi Sekolah dan Persiapan yang Harus Dilakukan
Dengan diterbitkannya surat edaran ini, para Kepala SMA/SMK/SKh memiliki tugas untuk:
-
Informasi dan Sosialisasi: Menginformasikan pelaksanaan Shalat Istisqa kepada seluruh guru dan siswa yang beragama Islam.
-
Fasilitasi: Mempersiapkan sarana dan prasarana yang diperlukan di sekolah masing-masing untuk pelaksanaan shalat berjamaah.
-
Koordinasi: Bagi sekolah yang akan melaksanakan dalam skala besar, segera berkoordinasi dengan Pemerintah setempat.
Surat edaran ini juga telah ditembuskan kepada Gubernur Kalimantan Tengah sebagai laporan. Disdik Kalteng berharap langkah spiritual ini, didukung oleh persiapan teknis yang baik, akan menjadi ikhtiar bersama yang diridhai dan membawa perubahan bagi kondisi Kalimantan Tengah.
Dengan pelaksanaan Shalat Istisqa ini, diharapkan seluruh lapisan masyarakat, khususnya insan pendidikan di Kalimantan Tengah, dapat semakin menguatkan solidaritas dan kebersamaan dalam menghadapi berbagai tantangan, baik teknis maupun spiritual, seraya terus berusaha menjaga lingkungan dari bahaya kabut asap. (*/tur)