← Kembali ke https://kalteng.co/

Tragedi Tambang Emas Zamboye: Longsor Dahsyat Telan 100+ Korban Jiwa, Puluhan Masih Tertimbun

https://kalteng.co/ • 21 August 2026 05:16
Tragedi Tambang Emas Zamboye: Longsor Dahsyat Telan 100+ Korban Jiwa, Puluhan Masih Tertimbun

KALTENG.CO-Bencana kemanusiaan melanda wilayah barat Republik Afrika Tengah (CAR). Sebuah lokasi tambang emas rakyat di Desa Zamboye, distrik Baboua, runtuh akibat longsor dahsyat pada Selasa sore. Bencana ini menelan korban jiwa dalam jumlah besar, dengan laporan mengonfirmasi lebih dari 100 orang tewas dan puluhan lainnya diperkirakan masih tertimbun di bawah material tanah serta pasir.

Kronologi Kejadian di Perbatasan CAR-Kamerun

Lokasi bencana yang terletak sekitar 50 kilometer dari Kota Baboua—dekat perbatasan Kamerun—merupakan area tambang tradisional yang dipadati pekerja lokal maupun warga asing. Berdasarkan rekaman yang beredar di media sosial, material tanah dan pasir mendadak meluncur deras menimpa kerumunan penambang yang sedang beraktivitas di bawahnya.

Pihak kejaksaan setempat mengungkapkan bahwa insiden ini dipicu oleh rapuhnya struktur bawah tanah. Runtuhnya beberapa terowongan utama tempat para penambang bekerja diduga menjadi penyebab utama tanah di permukaan ambles secara drastis. Cedrik Mbango, seorang penambang selamat, menggambarkan betapa cepatnya bencana itu terjadi saat tanah tiba-tiba runtuh total dan menimbun ratusan rekan kerjanya.

Proses Evakuasi dan Korban Lintas Negara

Data sementara dari relawan Palang Merah, Gervais Ganagoroh, serta konfirmasi pejabat asosiasi pertambangan setempat mencatat lebih dari 100 jenazah telah berhasil dievaluasi dari lokasi. Karena tambang berada di zona perbatasan, korban tidak hanya berasal dari CAR tetapi juga negara tetangga, Kamerun.

Pemerintah Wilayah Timur Kamerun mengonfirmasi setidaknya tiga warga negaranya telah teridentifikasi meninggal dunia. Gubernur Grégoire Mvongo menyatakan pihaknya terus berkoordinasi erat dengan otoritas Afrika Tengah untuk menangani dampak bencana lintas negara ini.

Di lapangan, tim penyelamat berpacu dengan waktu menggunakan alat berat seperti traktor. Namun, penggunaan alat berat ini memicu kekhawatiran dari media lokal seperti Corbeau News, karena berisiko melukai korban yang mungkin masih bertahan hidup di dalam celah reruntuhan. Bertrand Be Yangué dari Dewan Pemuda Zamboye menyampaikan bahwa harapan menemukan survivors kian tipis, menyebut peluang selamat saat ini sebagai sebuah keajaiban.

Realita Pahit Sektor Pertambangan Rakyat di Afrika

Tragedi Zamboye menyingkap kembali sisi kelam industri pertambangan skala kecil (ilegal/informal) di benua Afrika:

Hingga kini, jumlah pasti pekerja yang berada di dalam lokasi saat runtuh belum dapat dipastikan, dan operasi pencarian terus dilanjutkan di tengah suasana duka mendalam masyarakat setempat. (*/tur)

Sumber: https://kalteng.co/
Baca Artikel Asli