← Kembali ke https://kalteng.co/

?Lurah Panarung Apresiasi Kepedulian Paguyuban Ngapak Bantu Tiga Bersaudara Yatim di Palangka Raya

https://kalteng.co/ • 20 August 2026 14:13
?Lurah Panarung Apresiasi Kepedulian Paguyuban Ngapak Bantu Tiga Bersaudara Yatim di Palangka Raya

?PALANGKA RAYA, Kalteng.co – Kondisi tiga bersaudara yang tinggal di sebuah barak sederhana di Jalan Ramin III Ujung, Kelurahan Panarung, Kecamatan Pahandut, Kota Palangka Raya, kini mulai berangsur membaik setelah mendapat perhatian dan bantuan dari berbagai pihak.
?
?Paguyuban Wong Ngapak Kota Palangka Raya menjadi salah satu pihak yang bergerak cepat membantu ketiga anak tersebut pasca wafatnya sang ibu beberapa bulan lalu. Bantuan yang diberikan tidak hanya berupa kebutuhan pokok, tetapi juga mencakup tempat tinggal, biaya pendidikan, kebutuhan makan sehari-hari, hingga berbagai kebutuhan dasar lainnya.
?
?Perwakilan Paguyuban Wong Ngapak Kota Palangka Raya, Sutrisno, mengatakan pihaknya merasa terpanggil untuk membantu setelah mengetahui kondisi yang dialami ketiga anak tersebut.
?
?”Kami membantu semata-mata karena rasa kemanusiaan. Kami tidak memandang suku, agama, maupun latar belakang. Ketika melihat ada anak-anak yang membutuhkan perhatian dan bantuan, kami merasa berkewajiban untuk hadir dan memberikan dukungan,” ujarnya, Kamis (20/8/2026).
?
?Menurut Sutrisno, saat ini kebutuhan mendesak ketiga anak tersebut telah mendapat perhatian bersama. Paguyuban Ngapak bersama sejumlah pihak telah berupaya memastikan mereka tetap memiliki tempat tinggal yang layak, kebutuhan makan terpenuhi, serta dapat terus melanjutkan pendidikan.
?
?”Kami ingin memastikan mereka tetap bisa bersekolah dan memiliki masa depan yang baik. Alhamdulillah, banyak pihak yang ikut peduli dan membantu,” tambahnya.
?
?Sementara itu, Lurah Panarung, Evi Kahayanti, SE., NL.P, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Paguyuban Wong Ngapak serta seluruh pihak yang telah menunjukkan kepedulian terhadap ketiga anak tersebut.
?
?Menurut Evi, perhatian dan dukungan yang diberikan masyarakat menjadi bukti bahwa semangat gotong royong masih tumbuh kuat di tengah kehidupan masyarakat Kota Palangka Raya.
?
?”Kami sangat berterima kasih kepada Paguyuban Wong Ngapak dan seluruh pihak yang telah membantu ketiga anak ini. Kepedulian seperti ini sangat berarti bagi mereka yang sedang menghadapi masa sulit,” kata Evi.
?
?Ia menjelaskan bahwa Kelurahan Panarung selama ini juga terus berupaya memberikan pendampingan kepada keluarga tersebut, terutama ketika sang ibu masih menjalani pengobatan sebelum akhirnya meninggal dunia.
?
?”Sejak ibu mereka masih sakit, kami rutin menyalurkan bantuan sesuai kemampuan yang ada. Mulai dari kebutuhan pokok, bantuan sosial, hingga berbagai keperluan sehari-hari yang diperlukan keluarga tersebut,” ungkapnya.
?
?Evi menegaskan, bahwa pihak kelurahan tidak pernah menutup mata terhadap kondisi warganya yang membutuhkan bantuan. Koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk instansi terkait dan unsur masyarakat, terus dilakukan untuk memastikan warga yang mengalami kesulitan mendapatkan perhatian.
?
?”Kami selalu berupaya hadir di tengah masyarakat. Ketika ada warga yang membutuhkan bantuan, kami berusaha menjembatani dan menghubungkan dengan pihak-pihak yang dapat memberikan dukungan,” jelasnya.
?
?Lebih lanjut, Evi berharap bantuan dan perhatian yang telah diberikan tidak hanya bersifat sementara, tetapi dapat menjadi dukungan berkelanjutan bagi ketiga anak tersebut hingga mereka mampu mandiri.
?
?”Dengan adanya perhatian dari berbagai pihak, kami berharap ketiga anak ini tetap semangat menjalani kehidupan, bisa terus bersekolah, dan tidak merasa sendiri menghadapi cobaan yang mereka alami. Kehadiran masyarakat yang peduli tentu menjadi penyemangat bagi mereka untuk terus melangkah meraih cita-cita,” tuturnya.
?
?Ia juga mengajak masyarakat untuk terus menumbuhkan rasa kepedulian terhadap sesama, khususnya kepada anak-anak yang kehilangan orang tua dan membutuhkan pendampingan.
?
?”Semoga kepedulian yang telah ditunjukkan ini menjadi inspirasi bagi kita semua untuk saling membantu dan menguatkan. Karena persoalan sosial seperti ini tidak bisa diselesaikan sendiri, melainkan membutuhkan kolaborasi dan gotong royong dari seluruh elemen masyarakat,” pungkasnya. (pra)

Sumber: https://kalteng.co/
Baca Artikel Asli