← Kembali ke https://kalteng.co/

Kemarau dan Karhutla Mengancam, Bupati Kobar Ajak Warga Salat Istisqa

https://kalteng.co/ • 19 August 2026 11:54
Kemarau dan Karhutla Mengancam, Bupati Kobar Ajak Warga Salat Istisqa

PANGKALAN BUN, Kalteng.co – Kemarau panjang yang melanda Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) mulai meningkatkan ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Merespons kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kobar bersama ratusan masyarakat menggelar salat istisqa di Halaman Kantor Bupati Kobar, Selasa (18/8).

Salat istisqa dan doa bersama tersebut diikuti berbagai elemen masyarakat, mulai dari Aparatur Sipil Negara (ASN), personel TNI dan Polri, pelajar, hingga jajaran organisasi kemasyarakatan.

Bupati Kobar Hj Nurhidayah mengatakan, pelaksanaan salat istisqa merupakan bentuk ikhtiar spiritual untuk memohon turunnya hujan dan rahmat dari Allah SWT. Langkah tersebut dilakukan karena dampak kemarau mulai dirasakan secara nyata oleh masyarakat.

Sejumlah wilayah, kata Nurhidayah, tidak hanya menghadapi persoalan ketersediaan air bersih, tetapi juga ancaman kebakaran lahan yang ditandai dengan munculnya sejumlah titik api.

“Kondisi bencana ini harus kita hadapi melalui berbagai upaya nyata. Tidak cukup hanya dengan memaksimalkan tindakan pemadaman dan pencegahan di lapangan, tetapi kita juga perlu menyandarkan ikhtiar spiritual melalui doa bersama. Kami mengajak masyarakat memohon kepada Yang Mahakuasa agar hujan segera diturunkan,” ujar Nurhidayah.

Menurutnya, penanganan karhutla membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Upaya pencegahan dan pemadaman di lapangan harus berjalan beriringan dengan kesadaran masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.

Nurhidayah menegaskan, ancaman karhutla tidak boleh dipandang sebelah mata karena dampaknya dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat. Jika tidak ditangani secara serius, kabut asap dan kekeringan berpotensi mengganggu berbagai sektor kehidupan.

Dampak tersebut antara lain dapat memengaruhi kesehatan masyarakat, mengganggu kelancaran transportasi, hingga berpotensi menghambat aktivitas dan perekonomian daerah.

Karena itu, Bupati Kobar mengajak seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau serta bersama-sama menjaga lingkungan dari potensi kebakaran.

“Selain ikhtiar melalui doa, kita juga harus terus melakukan pencegahan dan menjaga lingkungan. Mari bersama-sama menjaga Kobar agar terhindar dari bencana karhutla,” pungkasnya.(aza)

Sumber: https://kalteng.co/
Baca Artikel Asli