PANGKALAN BUN, Kalteng.co – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Upaya mitigasi dan pemadaman tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah, tetapi harus dilakukan secara bersama dan terkoordinasi.
Menyikapi kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menggelar apel gabungan kesiapsiagaan Karhutla.
Apel tersebut melibatkan berbagai unsur lintas sektor, mulai dari TNI, Polri, BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, perangkat daerah, Manggala Agni, Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP), BKSDA, Balai Taman Nasional Tanjung Puting, unsur SAR, camat, lurah, kepala desa, Masyarakat Peduli Api (MPA), relawan, hingga perwakilan dunia usaha.
Bupati Kotawaringin Barat, Hj. Nurhidayah, mengatakan apel gabungan tersebut menjadi langkah strategis untuk menyatukan visi dan misi dalam upaya pencegahan serta penanggulangan Karhutla di lapangan.
Menurutnya, penanganan kebakaran membutuhkan kerja sama terpadu dengan mengedepankan koordinasi lintas sektor, kecepatan respons, keakuratan informasi, serta keselamatan personel.
“Seluruh unsur dituntut untuk bergerak di bawah satu komando dan satu tujuan, yaitu mencegah kebakaran meluas, melindungi kesehatan masyarakat, dan menjaga kelestarian ekosistem lingkungan di Kotawaringin Barat,” ujar Nurhidayah.
Ia menegaskan, sinergi seluruh pihak sangat diperlukan mengingat ancaman Karhutla di wilayah Kobar masih cukup tinggi. Penanganan di lapangan harus dilakukan secara cepat dan terkoordinasi agar titik api tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas.
Berdasarkan data Posko Induk Tanggap Darurat Karhutla Kabupaten Kotawaringin Barat, hingga 16 Agustus 2026 tercatat sebanyak 417 titik panas (hotspot) dan 173 insiden kebakaran.
Sementara itu, luas lahan yang terdampak kebakaran telah mencapai 792,44 hektare.
Data tersebut menunjukkan besarnya tantangan yang dihadapi dalam penanganan Karhutla di Kobar. Karena itu, pemerintah daerah kembali mengingatkan pentingnya kewaspadaan dan keterlibatan masyarakat dalam mencegah munculnya titik api.
Nurhidayah berharap seluruh unsur yang terlibat dapat menjalankan tugas secara maksimal dengan mengutamakan keselamatan, kecepatan penanganan, serta koordinasi yang solid.
Dengan penanganan secara satu komando dan dukungan seluruh elemen masyarakat, upaya pencegahan dan penanggulangan Karhutla di Kotawaringin Barat diharapkan dapat berjalan lebih efektif sehingga dampak terhadap masyarakat dan lingkungan dapat ditekan.(aza)