← Kembali ke https://kalteng.co/

Ngopi Bareng Warga, Khemal Nasery Serap Aspirasi dan Soroti Ketahanan UMKM Hadapi Inflasi

https://kalteng.co/ • 18 August 2026 12:48
Ngopi Bareng Warga, Khemal Nasery Serap Aspirasi dan Soroti Ketahanan UMKM Hadapi Inflasi

PALANGKA RAYA, Kalteng.co – Menyerap aspirasi masyarakat tidak selalu harus dilakukan melalui rapat atau forum resmi. Anggota Komisi II DPRD Kota Palangka Raya, Khemal Nasery, memilih pendekatan yang lebih santai dengan menemui masyarakat secara langsung melalui pertemuan di warung kopi, Jumat (14/8/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Khemal berdialog dengan warga sekaligus pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Suasana santai menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai keluhan, kebutuhan, serta kondisi ekonomi yang mereka rasakan sehari-hari.

Menurut Khemal, komunikasi dengan masyarakat dapat berlangsung lebih terbuka ketika tidak dibatasi suasana formal. Duduk bersama sambil menikmati kopi dinilai membuat warga lebih leluasa menyampaikan persoalan yang mereka hadapi.

“Setiap waktu itu tidak mesti kita mengisi waktu dengan hal-hal yang formal. Kadang-kadang informal, ngobrol-ngobrol dengan masyarakat. Mendengarkan keluhan masyarakat, apa yang diinginkan masyarakat,” katanya, Jumat (14/8/2026).

Ia menegaskan, pertemuan tersebut merupakan bagian dari upayanya menjalankan fungsi sebagai wakil rakyat, khususnya dalam menyerap aspirasi konstituen pada masa reses.

Turun langsung ke tengah masyarakat dinilai penting agar berbagai persoalan yang berkembang tidak hanya dilihat berdasarkan laporan atau pembahasan di ruang parlemen, tetapi juga berdasarkan kondisi nyata yang dirasakan warga.

Salah satu hal yang menjadi perhatian Khemal dalam pertemuan tersebut adalah kondisi ekonomi masyarakat di tengah tekanan inflasi Kota Palangka Raya. Ia menyoroti angka inflasi yang disebut mencapai 4,48 persen pada Juli.

Menurutnya, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian karena inflasi tidak hanya berkaitan dengan kenaikan harga barang, tetapi juga dapat memengaruhi daya beli masyarakat serta keberlangsungan aktivitas ekonomi, khususnya bagi pelaku usaha kecil.

Meski demikian, dari hasil melihat kondisi langsung di lapangan, Khemal justru menemukan daya tahan yang cukup kuat dari para pelaku UMKM.

“Kita turun ke masyarakat, ke lapangan, lihat kondisinya. Ternyata pelaku UMKM lebih strong, lebih kuat menghadapi terpaan inflasi di Kota Palangka Raya,” ujarnya.

Menurut Khemal, kemampuan UMKM bertahan di tengah tekanan ekonomi menjadi salah satu indikator penting bahwa sektor usaha masyarakat memiliki peran besar dalam menjaga perputaran ekonomi daerah.

UMKM tidak hanya menjadi sumber penghasilan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi bagian penting dari aktivitas ekonomi sehari-hari. Karena itu, keberadaan dan keberlangsungan UMKM dinilai perlu terus mendapat perhatian serta dukungan.

Khemal menilai dukungan tersebut dapat diperkuat melalui kebijakan yang benar-benar menyentuh kebutuhan pelaku usaha di lapangan. Dengan demikian, UMKM tidak hanya mampu bertahan ketika kondisi ekonomi mengalami tekanan, tetapi juga memiliki ruang untuk berkembang dan meningkatkan kontribusinya terhadap perekonomian Kota Palangka Raya.(aza)

Sumber: https://kalteng.co/
Baca Artikel Asli