← Kembali ke https://kalteng.co/

Asumsi Makro RAPBN 2027 Dianggap Tak Realistis, Rupiah Berisiko Tembus Rp18.400/USD

https://kalteng.co/ • 18 August 2026 09:51
Asumsi Makro RAPBN 2027 Dianggap Tak Realistis, Rupiah Berisiko Tembus Rp18.400/USD

KALTENG.CO-Rencana pemerintah menetapkan target pertumbuhan ekonomi sebesar 6 persen dalam Kerangka Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Pikiran Fiskal (KEM-PPKF) 2027 dinilai terlalu tinggi.

Di tengah tekanan global dan domestik yang dinamis, angka tersebut dinilai kurang rasional mengingat instrumen pengungkit pertumbuhan dari belanja negara telah dioptimalkan secara masif pada periode 2025–2026.

Ekonom Center of Economic and Law Studies (Celios), Nailul Huda, mengantisipasi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2027 berada pada level moderat di kisaran 4,7 persen. Terbatasnya ruang fiskal menjadi faktor utama yang menghambat percepatan laju ekonomi nasional.

Faktor Penghambat Laju Ekonomi 2027

Keterbatasan mesin pertumbuhan ekonomi pada 2027 dipicu oleh penyesuaian postur belanja negara dan tekanan ekonomi riil di tingkat rumah tangga:

Ancaman Inflasi dan Risiko Fenomena Iklim

Asumsi inflasi pemerintah yang dipatok pada level $2,5\% \pm 1\%$ dinilai belum sepenuhnya memperhitungkan variabel ketidakpastian iklim global. Celios memproyeksikan angka inflasi 2027 berisiko melonjak hingga 5,74 persen.

Komponen Makro Asumsi Target Pemerintah (RAPBN 2027) Proyeksi Proposional Celios Factor Risiko Utama
Pertumbuhan Ekonomi 6,0% Maksimal 4,7% Terbatasnya stimulus belanja fiskal
Tingkat Inflasi 2,5% ($\pm 1\%$) 5,74% Dampak El-Nino Godzilla & imported inflation
Nilai Tukar (USD/IDR) Rp17.500 Rp18.400 Capital outflow & tekanan valuta asing

Potensi gelombang El Nino Godzilla pada akhir 2026 hingga 2027 berisiko memicu kenaikan harga komoditas pangan pokok seperti beras. Ditambah kenaikan biaya produksi di sektor industri, imported inflation akan langsung berdampak pada kenaikan indeks harga konsumen.

Ketahanan Nilai Tukar Rupiah

Asumsi kurs Rupiah sebesar Rp17.500 per Dolar AS pada RAPBN 2027 dinilai kurang adaptif terhadap tren pasar valuta asing. Dengan pergerakan realisasi kurs yang berada di kisaran Rp17.800 hingga Rp18.100 per Dolar AS, posisi Rupiah diproyeksikan melemah menuju level Rp18.400 per Dolar AS pada 2027.

Tekanan pada mata uang domestik ini dipicu oleh aksi lepas aset (capital outflow) akibat kewaspadaan investor terhadap tata kelola fiskal, serta meningkatnya permintaan masyarakat dan pelaku usaha domestic terhadap Dolar AS. Kerangka strategi kebijakan fiskal yang lebih terukur dinilai menjadi kunci utama dalam menjaga kredibilitas indikator makro nasional. (*/tur)

Sumber: https://kalteng.co/
Baca Artikel Asli