KALTENG.CO-Peta persaingan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) global mengalami pergeseran peta kekuatan yang signifikan.
Meski Amerika Serikat (AS) terus memperketat aturan pembatasan ekspor teknologi, model-model AI besutan pengembang Tiongkok justru makin agresif memperluas jangkauan operasionalnya di tingkat internasional.
Sederet nama seperti Alibaba Qwen, DeepSeek, Kimi (Moonshot AI), Zhipu AI, hingga MiniMax kini menjadi fondasi utama yang diandalkan oleh para pengembang perangkat lunak (developer) di berbagai belahan dunia.
Dominasi Ekosistem Open-Source: Qwen Ungguli Meta dan Google
Keunggulan AI Tiongkok tampak nyata pada segmen open-source (sumber terbuka), di mana kode dan arsitektur model dapat diunduh serta disesuaikan secara bebas.
Berdasarkan laporan platform pengembang Hugging Face pada pertengahan Agustus 2026, model AI terbuka Qwen milik Alibaba berhasil mencatatkan lebih dari 3 miliar unduhan global hanya dalam rentang waktu enam bulan. Angka fantastis ini jauh melampaui raksasa teknologi AS:
-
Alibaba Qwen: >3.000.000.000 unduhan
-
Google (Model Open-Source): ~418 juta unduhan
-
Meta (Llama Series): ~227 juta unduhan
Capaian tersebut menempatkan Qwen sebagai model open-source yang paling banyak diunduh di dunia. Keberhasilan ini didorong oleh komitmen Alibaba yang telah membuka akses ke lebih dari 460 model Qwen, yang kemudian melahirkan lebih dari 300.000 model turunan (derivative models) karya pengembang global.
Hugging Face bahkan menilai Qwen telah bertransformasi menjadi salah satu pilar utama dalam alur kerja standar pengembang saat menentukan model AI yang akan disempurnakan (fine-tuning) dan diterapkan.
Ukuran Parameter dan Skala Komputasi yang Mengungguli AS
Selain tingginya angka adopsi, dari segi kapasitas teknis, laboratorium AI Tiongkok menunjukkan dominasi parameter yang lebih masif sepanjang tahun 2026. Hampir setiap bulan, model open-source berkinerja tertinggi asal Tiongkok hadir dengan skala parameter berkisar antara 754 miliar hingga 2,78 triliun parameter.
Sebagai perbandingan, batas parameter untuk model terbuka buatan pengembang Amerika Serikat berada di bawah 130 miliar parameter dalam mayoritas periode pengujian.
Persaingan ini juga makin memanas seiring dengan inovasi berkelanjutan dari produsen AI Tiongkok lainnya:
-
Zhipu AI: Memperkenalkan model GLM-5.3.
-
DeepSeek: Merilis Harness, alat bantu interaksi model dengan repositori kode.
-
Moonshot AI: Membuka penuh akses Kimi K3 yang dibekali hingga 2,8 triliun parameter.
Guna mempertahankan ekosistem pengembang agar tidak sepenuhnya berpaling, korporasi besar AS seperti Meta dan Nvidia juga terdorong untuk terus memperbarui jajaran model open-source mereka.
Efisiensi Biaya dan Kecepatan Adopsi Jadi Kunci Utama
Strategi Tiongkok dalam menyediakan model AI yang efisien dari segi biaya, cepat, dan mudah disesuaikan (customizable) menjadi daya tarik utama bagi perusahaan global.
Salah satu raksasa bisnis yang memanfaatkan teknologi ini adalah Airbnb. CEO Airbnb, Brian Chesky, mengungkapkan bahwa perusahaannya mengandalkan model Qwen untuk memperkuat sistem agen layanan pelanggan (customer service). Menurutnya, model tersebut sangat responsif, memiliki performa andal, serta jauh lebih ekonomis.
Konsep efisiensi ini sejalan dengan pandangan Chairman Alibaba, Joe Tsai. Ia menegaskan bahwa pemenang akhir dari perlombaan AI global bukan ditentukan oleh siapa yang menciptakan model terkuat di atas kertas, melainkan oleh siapa yang dapat mengadopsinya secara lebih cepat dan meluas. Faktor biaya operasional, fleksibilitas penyesuaian, serta kemudahan integrasi kini menjadi variabel penentu utama.
Menguasai Konsumsi Token Global dan Pasar Global South
Keunggulan adopsi AI Tiongkok juga tercermin dari angka pemrosesan data harian. Berdasarkan kalkulasi data OpenRouter oleh National Business Daily pada awal Agustus 2026, penggunaan AI global mencapai titik tertinggi yakni 69 triliun token per minggu (naik 21,48% week-on-week).
Dari total volume penggunaan tersebut:
-
Model AI Tiongkok: Menyumbang 34,25 triliun token (naik 21,76%).
-
Pencapaian: Mengungguli volume konsumsi token model AS selama 15 pekan berturut-turut.
Ekspansi ke Negara-Negara Berkembang
Model seperti Qwen dirancang untuk mendukung pemrosesan teks dan tugas multimodal dalam 119 bahasa serta dialek regional. Melalui jaringan layanan cloud, Alibaba dan produsen AI Tiongkok aktif mendistribusikan teknologi ini ke sektor korporasi di Asia Tenggara, Afrika, dan wilayah Global South lainnya.
Penerapan AI open-source ini terbukti membantu mempersempit jurang digital (digital divide) di negara berkembang melalui aplikasi praktis pada sektor vital:
-
Pertanian: Optimasi hasil panen dan prediksi cuaca presisi.
-
Pendidikan: Akses pembelajaran berbasis kecerdasan buatan yang terjangkau.
-
Layanan Kesehatan: Alat bantu diagnosis awal di daerah dengan keterbatasan fasilitas medis.
Langkah strategis Tiongkok dalam mengedepankan prisip open-source, keterbukaan, dan efisiensi biaya berhasil mengubah peta persaingan kecerdasan buatan dunia.
Dengan domiansi jumlah unduhan, kapasitas parameter yang masif, serta adopsi luas di negara-negara berkembang, model AI Tiongkok kini tidak lagi sekadar menjadi alternatif, melainkan telah menjadi tulang punggung rantai pasok dan ekosistem AI terbuka secara global. (*/tur)