KALTENG.CO-Guncangan gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 7,0 yang berpusat di Nusa Tenggara Timur (NTT) mengejutkan warga hingga ke Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada Sabtu (15/8/2026) subuh.
Getaran kuat yang terjadi saat masyarakat mulai beraktivitas tersebut memicu kepanikan warga di kawasan pemukiman.
Kepanikan Warga Mataram di Pagi Hari
Di Komplek Perumahan Puri Anggrek, Kota Mataram, suasana subuh berubah riuh. Warga yang baru selesai menunaikan ibadah maupun tengah berbenah rumah mendadak berhamburan ke luar bangunan menuju tengah jalan untuk menyelamatkan diri.
Peristiwa ini dirasakan sangat mendadak karena bertepatan dengan persiapan aktivitas pagi hari.
“Gempa itu bikin kaget karena terjadi saat jam sibuk menyiapkan anak ke sekolah,” ungkap Veronika, salah seorang warga Kota Mataram saat ditemui di lokasi kejadian.
Ia menceritakan bahwa guncangan terasa seperti ayunan yang berdurasi lumayan panjang. Efek ayunan tersebut bahkan membuat beberapa warga merasa mual dan pusing.
“Gempa terasa seperti ayunan dan berlangsung cukup lama, sampai membuat kepala terasa pusing seperti jet lag usai penerbangan pesawat,” tambahnya.
Kepanikan senada juga dirasakan oleh Adam, warga Lombok lainnya yang terbangun dari tidur akibat getaran hebat tersebut.
“Tadi saat lagi tidur tiba-tiba semua benda di kamar bergoyang, ternyata itu gempa bumi. Semoga tidak terjadi hal buruk di daerah pusat gempa,” ujar Adam.
Analisis Parameter Geologi dan Potensi Tsunami dari BMKG
Berdasarkan data resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), guncangan hebat ini tercatat pada pukul 05:58 WITA.
Rincian Parameter Gempa NTT:
-
Kekuatan: 7,0 Magnitudo
-
Lokasi Pusat Gempa: Utaranya Mbay, Kabupaten Nagekeo, NTT
-
Titik Koordinat: $8{,}33^\circ$ Lintang Selatan (LS) dan $121{,}32^\circ$ Bujur Timur (BT)
-
Kedalaman: 10 Kilometer (Gempa Dangkal)
Menanggapi kedalaman yang dangkal dan kekuatan yang signifikan, BMKG sempat mengeluarkan peringatan dini tsunami untuk wilayah pesisir terdampak. Dari pantauan instrumen di lapangan, terdeteksi kenaikan muka air laut kecil di beberapa titik wilayah Nusa Tenggara:
| Lokasi Pengamatan | Ketinggian Gelombang Tsunami |
| Labuan Bajo, NTT | 0,36 Meter |
| Sikka, NTT | 0,19 Meter |
| Dompu, NTB | 0,17 Meter |
Imbauan Resmi BMKG
Pihak BMKG mengimbau seluruh masyarakat di wilayah terdampak—baik di NTT maupun NTB—untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
Masyarakat disarankan untuk terus memantau pembaruan informasi resmi melalui saluran komunikasi BMKG terkait perkembangan situasi pascagempa serta mengantisipasi potensi gempa bumi susulan (aftershocks). (*/tur)