PURUK CAHU, kalteng.co – Anggota DPRD Kabupaten Murung Raya mengajak Pemerintah Daerah bersama seluruh elemen masyarakat memperkuat koordinasi dan ketahanan pangan. Langkah ini dinilai penting untuk memastikan kebutuhan pokok masyarakat tetap tersedia dengan harga yang wajar.
Hal tersebut dilontarkan DPRD Murung Raya, kerena kemarau panjang yang melanda Kabupaten Murung Raya. Pasalnya, kondisi tersebut tidak hanya berdampak terhadap aktivitas masyarakat, tetapi juga berpotensi memengaruhi kelancaran distribusi logistik, terutama dengan menyusutnya debit Sungai Barito yang selama ini menjadi salah satu jalur transportasi dan distribusi barang.
“Untuk mengantisipasi dampak tersebut, Pemerintah perlu melakukan langkah antisipasi sejak dini agar kondisi kemarau tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih besar, khususnya terkait ketersediaan dan harga bahan kebutuhan pokok,” kata Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Murung Raya, Sutrisno, S.T.
“Kita harus mengantisipasi bersama agar tidak ada warga yang kesulitan mendapatkan sembako dengan harga wajar di musim kemarau ini. Pemerintah harus hadir sejak dini, mendengar dan membantu,” imbuh Sutrisno.
Menurutnya, apabila distribusi melalui jalur sungai mengalami hambatan akibat rendahnya debit air, kondisi tersebut dapat berpengaruh terhadap pasokan barang di pasar maupun desa-desa yang selama ini bergantung pada transportasi sungai.
Sebab itu, diperlukan langkah bersama antara pemerintah daerah, pelaku usaha, distributor, pemerintah desa, serta masyarakat untuk menjaga agar rantai pasok kebutuhan pokok tetap berjalan.
“Saya mendorong pemerintah daerah melalui organisasi perangkat daerah terkait untuk memperkuat stok dan cadangan pangan,” katanya.
“Koordinasi dengan Bulog, distributor, serta pedagang pasar perlu dilakukan guna memastikan ketersediaan komoditas seperti beras, minyak goreng, gula dan kebutuhan pokok lainnya,” imbuhnya.
Selain itu, tambah dia, pasar murah juga dapat menjadi salah satu langkah untuk membantu masyarakat, terutama apabila terjadi kenaikan harga akibat terganggunya distribusi.
“Jangan sampai karena kondisi sungai surut, masyarakat di wilayah tertentu kesulitan mendapatkan kebutuhan pokok. Jalur alternatif harus dipersiapkan dan komunikasi antarwilayah harus diperkuat,” pungkas Sutrisno. (yud/aza)