← Kembali ke https://kalteng.co/

Jangan Cuma Ikut Tren! Ini Alasan Treatment Wajah Wajib Disesuaikan dengan Kondisi Kulit

https://kalteng.co/ • 13 August 2026 09:17
Jangan Cuma Ikut Tren! Ini Alasan Treatment Wajah Wajib Disesuaikan dengan Kondisi Kulit

KALTENG.CO-Tren perawatan kecantikan atau facial treatment ala Korea terus digandrungi di Indonesia. Namun, asal mengikuti tren tanpa memahami kebutuhan kulit sendiri justru berisiko memicu masalah baru, seperti iritasi hingga timbulnya flek atau hiperpigmentasi.

Data internal dari OORA Skinlabs, sebuah klinik estetika berstandar Korea di Jakarta, menunjukkan gambaran menarik dari konsultasi terhadap lebih dari 1.000 konsumen sejak beroperasi pada Mei 2026.

Keluhan Kulit Terbanyak dari Hasil Konsultasi:

  1. Lingkar Mata Gelap (Mata Panda): 25%

  2. Pigmentasi / Flek Hitam: 24%

  3. Pori-Pori Membesar: 22%

  4. Kerutan Halus: 16%

Data ini membuktikan bahwa setiap individu memiliki masalah kulit yang sangat bervariasi. Oleh karena itu, satu jenis treatment jelas tidak bisa diterapkan secara merata (one size fits all) kepada semua orang.

Modifikasi Standar Korea untuk Kulit Indonesia

Banyak orang menganggap menerapkan Korean Beauty Standard berarti membawa mentah-mentah teknologi dan prosedur dari Korea Selatan. Padahal, kondisi iklim, kadar melanin, paparan sinar UV, hingga kelembapan udara di Indonesia membutuhkan pendekatan yang disesuaikan.

“Standar Korea bagi kami bukan berarti membawa treatment lalu menerapkannya dengan cara yang sama persis kepada setiap pasien. Keputusan perawatan harus didasarkan pada kondisi kulit, struktur wajah, gaya hidup, dan tujuan masing-masing pasien,” jelas Tina Yura Hsu, Founder dan CEO OORA Skinlabs.

Melalui sistem analisis komprehensif bernama Glow Profile, pemeriksaan dilakukan terhadap 13 faktor kondisi kulit, mulai dari skin barrier, kadar sebum, hidrasi, kerapatan pori, hingga suhu kulit. Hasil evaluasi digital ini kemudian dipadukan dengan analisis klinis dokter untuk menentukan langkah terbaik.

Hati-Hati Risiko Laser pada Kulit Tropis (Fitzpatrick Skin Type)

Salah satu alasan penting mengapa konsultasi dokter tidak boleh dilewati—terutama sebelum prosedur berbasis laser atau energi—adalah klasifikasi Fitzpatrick Skin Type.

Masyarakat Indonesia umumnya memiliki tipe kulit Fitzpatrick III hingga V dengan kadar melanin alami yang cenderung lebih tinggi.

“Dua pasien bisa memiliki masalah yang sama, misalnya pigmentasi. Namun, pengaturan parameter laser, jumlah sesi, hingga perawatan aftercare-nya bisa sangat berbeda. Pada kulit yang rentan PIH, kami menggunakan pendekatan konservatif untuk menekan risiko iritasi,” ungkap dr. Arlha Aporia Debinta, Sp.DVE, Dermatologist di OORA Skinlabs.

Menjaga Karakter Alami Wajah, Bukan Menyeragamkan

Adopsi teknologi dan protokol medis dari Korea Selatan—termasuk pelatihan langsung dari ahli estetika Korea seperti Dr. Kang (Bailor Clinic Sinsa) dan Dr. Jongwook Hong—ditujukan untuk memastikan keamanan serta kepresisian tindakan.

Meskipun sekitar 90 persen perangkat serta produk yang digunakan berasal dari Korea, tujuan akhirnya bukan untuk mengubah bentuk wajah pasien agar terlihat seragam.

Prinsip estetika modern kini lebih menekankan pada peningkatan kualitas kulit (skin quality) dan menjaga proporsi alami wajah, sehingga hasil yang diperoleh tampak natural, sehat, serta minim waktu pemulihan (downtime).

Sebelum tergiur promosi atau tren viral di media sosial, pastikan Anda memahami kondisi serta kesiapan kulit Anda terlebih dahulu melalui konsultasi medis yang tepat. (*/tur)

Sumber: https://kalteng.co/
Baca Artikel Asli