KALTENG.CO-Babak baru dimulai untuk tim nasional Belanda. Federasi Sepak Bola Belanda (KNVB) secara resmi mengumumkan penunjukan Xavi Hernandez sebagai juru taktik anyar skuad De Oranje. Mantan pelatih Barcelona tersebut menandatangani kontrak berdurasi panjang yang akan mengikatnya hingga Piala Dunia FIFA 2030.
Langkah ini diambil KNVB usai Ronald Koeman memutuskan mundur dari jabatannya menyusul performa buruk Belanda di Piala Dunia 2026, di mana langkah Oranje terhenti secara mengejutkan di babak 32 besar usai ditundukkan Maroko.
“Xavi Hernandez telah ditunjuk sebagai pelatih kepala baru tim nasional putra Belanda dengan kesepakatan kontrak hingga Piala Dunia FIFA 2030,” tulis pernyataan resmi KNVB pada Kamis.
Kembali Usai Dua Tahun Jeda
Bagi Xavi, tugas melatih timnas Belanda menjadi ajang kembalinya ia ke pinggir lapangan setelah dua tahun mengambil masa istirahat. Sejak berpisah dengan Barcelona pada akhir musim 2023/24, nama Xavi sejatinya kerap dikaitkan dengan berbagai klub top Eropa maupun tim nasional. Namun, maestro lapangan tengah itu memilih bersabar menantikan proyek yang benar-benar cocok.
Penunjukan ini juga menghadirkan deja vu tersendiri. Ini adalah kali kedua Xavi menggantikan posisi Ronald Koeman, setelah sebelumnya melakukan hal serupa di Barcelona pada akhir tahun 2021 lalu.
Memori Filosofi: “Saya Produk Sepak Bola Belanda”
Dalam sesi perkenalannya, juru taktik berusia 46 tahun tersebut tidak menutup-nutupi kegembiraannya. Xavi mengungkapkan bahwa ia selalu memiliki ikatan emosional dan filosofis yang kuat dengan gaya permainan khas Negeri Kincir Angin.
-
Pengaruh Akademi: Gaya mainnya semasa di La Masia dibentuk oleh prinsip-prinsip maestro sepak bola Belanda seperti Johan Cruyff dan Rinus Michels.
-
Sosok Mentor: Xavi memberikan kredit khusus kepada Louis van Gaal—sosok yang memberinya debut di tim utama Barcelona—serta Frank Rijkaard yang dinilainya sangat berperan dalam membentuk mentalitasnya.
“Saya menganggap ini sebagai kehormatan luar biasa. Bisa dikatakan, saya adalah bagian dari produk sepak bola Belanda,” ungkap Xavi.
“Belanda memiliki budaya sepak bola yang kaya: menyerang, berbasis penguasaan bola (possession-based), penuh kreativitas, dan passion. Tentu target utama adalah kemenangan, namun saya ingin meraihnya dengan cara khas yang bisa dinikmati masyarakat.”
Rekam Jejak Singkat Xavi Hernandez
Pengalaman Xavi di level tertinggi, baik sebagai pemain maupun pelatih, menjadi modal berharga untuk membangkitkan mentalitas skuad Belanda.
| Kategori | Catatan Pencapaian |
| Karier Pemain | Juara Piala Dunia 2010, Euro 2008 & 2012 (Spanyol); 4x Liga Champions (Barcelona) |
| Al Sadd (2019–2021) | Mengoleksi 7 trofi domestik di Qatar |
| Barcelona (2021–2024) | Juara LaLiga 2022/23 dan Piala Super Spanyol 2023 |
Misi Kebangkitan Menuju 2030
Tugas berat kini menanti Xavi. Ia mewarisi skuad De Oranje yang sedang terpuruk pasca-kegagalan di Amerika Utara. Publik Belanda berharap sentuhan dingin Xavi tidak hanya mengembalikan identitas Total Football yang atraktif, tetapi juga membawa trofi juara yang sudah lama dirindukan.
Dengan filosofi penguasaan bola yang telah mengakar kuat dalam dirinya, babak baru kolaborasi antara DNA Spanyol-Katalunya dan karakter khas Belanda ini patut dinantikan oleh para pencinta sepak bola dunia. (*/tur)