PALANGKA RAYA, Kalteng.co-Kompleks Kantor Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) kembali dilanda kebakaran. Peristiwa yang terjadi Rabu (12/8/2026) dini hari itu menghanguskan Gedung Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Provinsi Kalteng.
Kebakaran tersebut mengingatkan kembali pada peristiwa serupa yang pernah terjadi di kompleks perkantoran Pemprov Kalteng, Jalan RTA Milono, Palangka Raya, pada Minggu (1/11/2015). Saat itu, api mulai terdeteksi sekitar pukul 13.45 WIB setelah sebelumnya terjadi pemadaman listrik dan listrik kembali menyala sekitar pukul 13.30 WIB.
Pada kebakaran 2015 tersebut, asap pertama kali terlihat dari bagian tengah lantai satu. Api kemudian dengan cepat membesar dan melalap ruangan yang digunakan Biro Perekonomian dan Biro Keuangan. Upaya pemadaman awal menggunakan alat pemadam jinjing milik Satpol PP tidak mampu mengendalikan kobaran api.
Petugas pemadam kebakaran bersama personel TNI AD kemudian dikerahkan. Lebih dari 10 unit mobil pemadam, termasuk water cannon milik Polda Kalteng, diterjunkan untuk menjinakkan api. Kebakaran akhirnya berhasil dikendalikan pada Minggu sore, meski petugas masih melakukan penjagaan karena kepulan asap tebal masih terlihat.
Peristiwa 2015 itu mengakibatkan dua lantai gedung terbakar. Sejumlah dokumen penting dan uang juga dilaporkan ikut hangus. Saat itu, korsleting listrik sempat menjadi salah satu dugaan penyebab kebakaran, tetapi kepolisian tidak langsung menyimpulkannya dan menurunkan Tim Laboratorium Forensik untuk mencari titik awal serta penyebab pasti kebakaran.
Bahkan, hampir dua tahun setelah kejadian, tepatnya pada September 2017, polisi masih menyatakan kasus kebakaran Kantor Gubernur Kalteng tersebut dalam tahap penyelidikan. Penyebab pasti kebakaran saat itu belum diumumkan.
Kini, sebelas tahun kemudian, kebakaran kembali terjadi di kompleks yang sama. Api kali ini melahap lantai atas Gedung Biro Kesra, sementara lantai bawah di tempati Biro Ekonomi. Kobaran api dengan cepat membesar hingga menghanguskan hampir seluruh ruangan di lantai atas.
Gubernur Kalteng, H. Agustiar Sabran, yang meninjau langsung lokasi kebakaran mengungkapkan adanya persoalan pada sistem hidran gedung. Fasilitas yang seharusnya dapat membantu pemadaman awal tersebut ternyata tidak berfungsi saat dibutuhkan.
“Hidrannya tidak jalan. Harusnya kalau hidran jalan, kondisinya bisa berbeda. Ini menjadi pembelajaran dan bahan evaluasi bagi kita semua,” kata Agustiar.
Agustiar menegaskan penyebab kebakaran terbaru tersebut belum dapat dipastikan. Pemerintah masih menunggu hasil penyelidikan pihak berwenang untuk mengetahui sumber awal dan penyebab munculnya api.
“Kami belum tahu pasti. Ada informasi dari petugas jaga, tetapi penyebabnya masih harus menunggu hasil penyelidikan,” ujarnya.
Di tengah kembali terjadinya kebakaran di kompleks pemerintahan tersebut, Agustiar memastikan pelayanan pemerintahan tidak akan berhenti. Aktivitas perkantoran yang terdampak akan dialihkan sementara ke lokasi lain hingga gedung dapat kembali digunakan.
“Pelayanan tetap berjalan, hanya sementara akan beralih tempat sampai proses perbaikan dilakukan,” tegasnya. (oiq)