← Kembali ke https://kalteng.co/

Heboh Postingan Mengaji Berhadiah Miras di Klub Malam! MC Booth Newport Akui Lalai dan Minta Maaf

https://kalteng.co/ • 11 August 2026 12:24
Heboh Postingan Mengaji Berhadiah Miras di Klub Malam! MC Booth Newport Akui Lalai dan Minta Maaf

KALTENG.CO-Unggahan video yang memperlihatkan seorang pengunjung membaca ayat suci Al-Qur’an di booth produk minuman keras (miras) brand Newport viral dan memicu gelombang kecaman publik di media sosial. Aksi tersebut dinilai tidak pantas, menyinggung sensitivitas keagamaan, hingga memantik sorotan tajam dari sejumlah tokoh agama.

Dalam rekaman yang beredar luas, pengunjung tersebut tampak melafalkan salah satu surah pendek—yang diduga Surah Ad-Dhuha—di depan booth. Usai membaca ayat tersebut, aksi itu disambut sorakan dari pengunjung sekitar dan disebut-sebut mendapat imbalan berupa minuman keras.

Kejadian yang berlangsung pada Minggu (9/8/2026) itu langsung memicu reaksi keras publik karena dianggap melukai nilai-nilai keagamaan dan melampaui batas etika promosi.

Kecaman dari Tokoh Agama: Dinilai Lewati Batas

Sejumlah pendakwah nasional menyayangkan munculnya insiden tersebut. Ustaz Hilmi Firdausi menjadi salah satu pihak yang bersuara keras dan mendesak klarifikasi resmi serta permohonan maaf dari pihak terkait.

“Untuk Brand Miras Newport, kalian sudah kelewatan, membuat promosi hafal ayat Al-Qur’an ditukar sama Miras. Segera klarifikasi dan minta maaf. Ini sudah masuk ranah penistaan agama!” tegas Hilmi Firdausi melalui unggahan di media sosialnya, Selasa (11/8/2026).

Senada dengan Hilmi, pendakwah kondang Ustaz Das’ad Latif juga menyampaikan keprihatinannya. Ia berharap kejadian serupa mendapat penanganan hukum agar tidak terulang kembali di masa mendatang.

“Makin ke sini makin ke sana. Semoga ini ada tindakan hukum, dan ini yang terakhir kali,” tulis Das’ad Latif menanggapi rekaman video viral tersebut.

MC Booth Newport Buka Suara: Sebut Aksi Spontan Audiens

Menanggapi kegaduhan yang meluas, Master of Ceremony (MC) yang bertugas di booth Newport pada hari kejadian, Ega, akhirnya memberikan penjelasan terbuka. Melalui akun Threads miliknya (@aqueer_), Ega mengklarifikasi kronologi sebenarnya dari peristiwa tersebut.

Ega mengungkapkan bahwa aksi pembacaan ayat Al-Qur’an itu bukanlah bagian dari konsep acara resmi maupun strategi promosi dari pihak brand, melainkan aksi spontan dari salah satu pengunjung.

“Kejadian bermula ketika acara sedang memasuki jeda. Saat itu saya melakukan interaksi dengan para pengunjung di sekitar booth. Lalu, ada audiens yang memakai atasan putih tiba-tiba mengambil alih mic saya,” ujar Ega dalam pernyataannya, Selasa (11/8/2026).

Menurut Ega, pengunjung berseragam putih itu kemudian secara sepihak menawarkan sayembara melafalkan surah Al-Qur’an kepada pengunjung lain dengan imbalan hadiah yang dijanjikan langsung oleh pengunjung tersebut.

Mengaku Kelalaian Pribadi dan Sampaikan Permohonan Maaf

Ega mengakui adanya kelalaian dari pihaknya sebagai pembawa acara yang tidak langsung menghentikan atau mengambil alih kembali mikrofon saat aksi tersebut terjadi.

“Ketika mengetahui penyampaian sayembara tersebut, saya lalai untuk mengambil alih mic tersebut,” tuturnya.

Sebagai penanggung jawab kelancaran acara di panggung, Ega menegaskan bahwa pihak brand Newport tidak memiliki keterkaitan atas aksi spontan yang dilakukan oleh oknum audiens tersebut. Ia pun menyampaikan permohonan maaf secara pribadi kepada masyarakat luas atas kegaduhan yang timbul.

“Melalui pesan ini pula, saya menegaskan bahwa pihak brand tidak memiliki sangkut paut atas kejadian tersebut. Saya secara pribadi menyatakan permohonan maaf karena tidak mampu mengontrol aksi spontan dari audiens tersebut, sehingga menimbulkan kegaduhan,” tambahnya.

Ega menutup klarifikasinya dengan menjadikan insiden ini sebagai bahan evaluasi mendalam bagi profesinya ke depan agar lebih sigap memegang kendali acara di ruang publik. (*/tur)

Sumber: https://kalteng.co/
Baca Artikel Asli