← Kembali ke https://kalteng.co/

Puncak Klasemen MotoGP Terancam, Jorge Martin Dibayangi Empat Pembalap di Silverstone

https://kalteng.co/ • 09 August 2026 17:44
Puncak Klasemen MotoGP Terancam, Jorge Martin Dibayangi Empat Pembalap di Silverstone

KALTENG.CO-Persaingan memperebutkan takhta juara dunia MotoGP musim 2026 kian membara. Meski saat ini masih kokoh di puncak klasemen sementara, posisi rider Aprilia Racing, Jorge Martin, terbilang jauh dari kata aman.

Jelang balapan utama Grand Prix Inggris di Sirkuit Silverstone malam nanti, Minggu (9/8/2026), Martin dibayang-bayangi ancaman ketat dari empat pembalap di bawahnya.

Empat nama yang siap mengudeta posisi Martin adalah Ai Ogura, Marc Marquez, Marco Bezzecchi, dan Fabio Di Giannantonio.

Sengitnya perolehan poin terlihat jelas sebelum sesi sprint race kemarin. Jarak antara Jorge Martin dengan Di Giannantonio (Diggia) yang berada di peringkat kelima hanya terpaut 24 poin. Uniknya, Martin, Ogura, dan Diggia sejauh ini baru mengoleksi masing-masing satu kemenangan balapan utama.

Di sisi lain, Marquez sudah membukukan tiga kemenangan, sedangkan Bezzecchi memimpin koleksi trofi dengan empat kali podium utama.

“Persaingan ini benar-benar tidak bisa diprediksi,” ujar Jorge Martin seperti dikutip dari La Gazzetta dello Sport.

Kejutan Luar Biasa dari Ogura dan Bezzecchi

Di tengah ketatnya peta persaingan, Martin secara terbuka mengaku terkejut dengan performa impresif dua rival utamanya: Ai Ogura dan Marco Bezzecchi.

“Ogura dan Bezzecchi, keduanya sangat luar biasa. Saya tahu kemampuan dan level performa saya sendiri, tetapi melihat mereka saat ini, harus diakui mereka sedikit lebih kuat dari saya,” aku Martin.

Meski begitu, pembalap berjuluk Martinator ini justru melihat situasi tersebut dari sudut pandang positif. Kehadiran rekan satu pabrikan atau rival yang melaju kencang memberinya kesempatan untuk saling bertukar data telemetri demi meningkatkan kecepatan motor.

Perjalanan Ogura musim ini memang terbilang fenomena tersendiri. Setelah menyelesaiakan musim lalu di peringkat ke-16, pembalap asal Jepang itu melesat tajam dan kini menduduki posisi runner-up klasemen—hanya berjarak 14 poin dari Martin.

Sementara itu, Marco Bezzecchi sebenarnya punya modal kuat untuk memimpin perburuan gelar. Sayangnya, nasib sial menimpa pembalap asal Italia tersebut setelah gagal meraih poin di tiga seri terakhir akibat cedera lutut kiri dan tulang selangka kiri yang memaksanya naik meja operasi.

“Semuanya masih sangat terbuka. Ini pasti akan sangat menyenangkan, baik bagi para penonton maupun bagi kami yang bertarung di atas lintasan,” tambah Martin.

Tahan Rasa Sakit, Bezzecchi Sempat Pecahkan Rekor Waktu

Menghadapi seri Silverstone, kondisi fisik Bezzecchi sebenarnya belum pulih 100 persen. Ia bahkan masih harus mengandalkan obat pereda nyeri saat menunggangi kuda besinya. Namun, kegigihan Bez—sapaan akrabnya—berhasil mencuri perhatian saat ia mencetak waktu lap tercepat pada sesi latihan bebas kedua (FP2), Jumat (7/8/2026).

Bez tampil dominan dengan mengungguli Raul Fernandez di posisi kedua lewat selisih waktu yang cukup signifikan, yakni 0,335 detik.

Meski tampil perkasa di sesi latihan, Bez enggan jumawa. Ia menyadari tantangan berat menunggunya pada balapan utama yang membutuhkan daya tahan fisik tinggi.

“Untuk time attack satu lap, saya masih bisa menahan rasa sakitnya. Namun, kalau harus melahap banyak lap berturut-turut, tubuh saya sangat menderita. Bahu dan terutama lutut benar-benar menyiksa,” ungkap Bez kepada GPOne.

Mengingat kondisi fisiknya yang belum bugar sepenuhnya, Bez tidak memasang target muluk-muluk di GP Inggris kali ini.

“Bisa menyelesaikan balapan saja sudah membuat saya sangat senang. Kami akan berusaha melakukan yang terbaik, memaksimalkan istirahat, serta terus menjalani pemulihan bersama tim fisioterapi,” tutupnya. (*/tur)

Sumber: https://kalteng.co/
Baca Artikel Asli