KALTENG.CO-Langkah strategis untuk memperkuat partisipasi masyarakat sipil dalam mengawal agenda pembangunan nasional terus dilakukan.Formas yang disebut-sebut merupakan tandingan NGO antek asing dan londo ireng ini terus menggalang kekuatan dan dukungan.
Ketua Dewan Pembina Forum Masyarakat Indonesia Emas (FORMAS), Hashim Djojohadikusumo, secara resmi menambah 20 organisasi kemasyarakatan (ormas) baru ke dalam wadah konsolidasi tersebut.
Ekspansi keanggotaan ini bertujuan untuk mengoptimalkan peran elemen masyarakat dalam mengawasi, mendukung, sekaligus memastikan berbagai program kerja pemerintah berjalan tepat sasaran.
Dengan bertambahnya 20 organisasi baru tersebut, total ormas yang berjejaring di bawah naungan FORMAS kini mencapai 103 organisasi. Salah satu entitas besar yang turut bergabung dalam barisan ini adalah Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI).
Misi Kesejahteraan dan Keberlanjutan Bangsa
Hashim Djojohadikusumo menegaskan bahwa arah pergerakan FORMAS sejalan dengan cita-cita para pendiri bangsa, yakni mewujudkan masyarakat yang sejahtera serta menjaga kedaulatan Indonesia secara berkelanjutan.
Adik dari Presiden Prabowo Subianto ini mengungkapkan bahwa prinsip dasar pengabdian tersebut merupakan nilai utama yang terus dipegang teguh oleh kepala negara. Menurutnya, berbagai kebijakan strategis yang diluncurkan pemerintah lahir dari kepedulian mendalam terhadap kondisi sosial masyarakat di lapangan.
“Itu juga yang tertanam di jiwa Prabowo, agar rakyat sejahtera dan Indonesia abadi. Ia sedih melihat masih ada yang belum sejahtera, dan program Makan Bergizi Gratis (MBG) lahir dari keprihatinan supaya rakyatnya sehat,” ujar Hashim pada Sabtu (8/8/2026).
Gotong Royong Mengawal Pembangunan Nasional
Penambahan puluhan elemen ormas ini disambut positif oleh jajaran pengurus FORMAS. Ketua Dewan Pakar FORMAS, Serian Wijatno, menilai langkah ekspansif ini sebagai wujud nyata semangat gotong royong antar-komponen bangsa dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan.
Menurut Serian, keterlibatan aktif ormas sangat krusial agar pembangunan tidak hanya berpusat pada wacana di tingkat pusat, tetapi juga memberikan dampak nyata hingga ke akar rumput.
“Ini sebagai langkah nyata ormas untuk bergotong royong mendukung dan mengawal program-program pembangunan yang dijalankan pemerintah, sekaligus menjawab tantangan yang dihadapi Indonesia saat ini,” pukas Serian.
Menjadikan Kebijakan Berdampak Nyata bagi Rakyat
Senada dengan hal tersebut, Ketua Umum FORMAS, Yohanes Handojo Budhisedjati, menyatakan bahwa bergabungnya organisasi-organisasi baru ini semakin memperkokoh posisi masyarakat sipil dalam mengawal pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Handojo menekankan bahwa FORMAS tidak sekadar berfungsi sebagai wadah berkumpulnya organisasi massal, melainkan bertindak sebagai jembatan aspirasi dan pengawas kebijakan strategis.
“Bertambahnya ormas ini menambah semangat perjuangan kami untuk mendukung dan mengawal seluruh program pemerintah. FORMAS hadir untuk membantu mewujudkan program-program kerakyatan,” tegas Handojo.
Ia menambahkan, keterlibatan 103 ormas di dalam FORMAS diharapkan mampu memastikan setiap program prioritas—mulai dari sektor kesehatan, pendidikan, hingga pengentasan kemiskinan—dapat dieksekusi secara transparan dan memberikan manfaat langsung bagi kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia. (*/tur)