KALTENG.CO-Sebagian besar wilayah Korea Selatan saat ini sedang dilanda gelombang panas yang cukup intens. Badan Meteorologi Korea (Korea Meteorological Administration/KMA) melaporkan bahwa suhu udara pada siang hari diperkirakan dapat menembus 37 derajat Celsius, Sabtu (8/8/2026).
Meskipun potensi hujan lebat diprediksi mengguyur beberapa wilayah, fenomena tersebut diperkirakan hanya akan menurunkan suhu secara sementara sebelum cuaca kembali panas dan lembap.
Hujan Deras Bayangi Wilayah Pesisir dan Ibu Kota
Berdasarkan prakiraan KMA yang dikutip dari kantor berita Yonhap, hujan lebat dengan intensitas hingga 100 milimeter berpotensi mengguyur wilayah pesisir timur serta kawasan pegunungan di Provinsi Gangwon. Sementara itu, wilayah tengah Korea Selatan, termasuk ibu kota Seoul, berpeluang diguyur hujan dengan intensitas mencapai 40 milimeter.
Namun, otoritas cuaca mengingatkan warga agar tidak lengah. Penurunan suhu saat hujan hanya bersifat sesaat. Ketika hujan reda, tingginya tingkat kelembapan udara justru akan membuat cuaca terasa semakin menyengat dan gerah.
“Suhu diperkirakan turun sementara selama hujan, tetapi akan kembali meningkat drastis setelah kombinasi udara panas dan kelembapan tinggi kembali mendominasi,” tulis laporan KMA.
Ujian Mengemudi Ditunda, Kasus Gangguan Kesehatan Melonjak
Dampak dari cuaca ekstrem ini tidak hanya dirasakan pada aktivitas harian warga, tetapi juga mulai mengganggu layanan publik. Pihak berwenang setempat mengambil langkah antisipatif dengan membatasi hingga menangguhkan sementara pelaksanaan ujian mengemudi demi mencegah risiko gangguan kesehatan pada peserta maupun petugas.
Kekhawatiran pemerintah Korsel sangat beralasan jika melihat tren lonjakan kasus penyakit akibat cuaca panas (heat-related illnesses) dalam beberapa tahun terakhir:
-
Periode 2011–2015: Rata-rata mencatatkan 215 kasus per tahun sepanjang bulan Agustus.
-
Periode 2021–2025: Angka tersebut melonjak hampir tiga kali lipat menjadi rata-rata 638 kasus per tahun.
-
Tahun 2024: Rekor tertinggi mencatat 1.299 orang mengalami penyakit akibat cuaca panas pada periode yang sama, dengan 12 korban jiwa.
Gelombang Panas Diprediksi Bertahan Hingga Akhir Agustus
Berdasarkan proyeksi jangka menengah KMA, fenomena gelombang panas ini diprediksi masih akan bertahan di seluruh penjuru negeri setidaknya hingga akhir Agustus 2026.
Secara umum, suhu udara pada siang hari di sebagian besar kota-kota utama Korea Selatan akan terus berkisar stabil di angka 31 hingga 35 derajat Celsius, dengan beberapa daerah berpotensi melampaui rentang tersebut. Otoritas keselamatan mengimbau masyarakat untuk membatasi aktivitas di luar ruangan pada jam-jam terik dan menjaga kecukupan cairan tubuh. (*/tur)