← Kembali ke https://kalteng.co/

BPBD Palangka Raya Kekurangan Pasukan dan Sumber Air Padamkan Karhutla

https://kalteng.co/ • 07 August 2026 20:18
BPBD Palangka Raya Kekurangan Pasukan dan Sumber Air Padamkan Karhutla

PALANGKA RAYA, Kalteng.co – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di kawasan Jalan Tegal Sari, Kelurahan Bukit Tunggal, Kecamatan Jekan Raya, Kota Palangka Raya, menjadi perhatian serius karena titik api berada tidak jauh dari permukiman warga, Jumat (7/8/2026).

Tim Satuan Tugas (Satgas) Karhutla bergerak cepat menuju lokasi sesaat setelah menerima laporan masyarakat untuk mencegah api merambat ke kawasan hunian.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Palangka Raya, Hendrikus Satria Budi mengatakan, respons cepat dilakukan sebagai langkah antisipasi agar kebakaran tidak semakin meluas dan mengancam keselamatan warga di sekitar lokasi.

“Begitu menerima laporan dari masyarakat, Satgas Karhutla langsung bergerak ke lokasi dan melakukan pemadaman. Kondisi di Jalan Tegal Sari cukup rawan karena titik api berada dekat dengan permukiman masyarakat sehingga harus segera ditangani,” ujarnya, Jumat (7/8/2026).

Meski demikian, ia mengakui proses pemadaman karhutla di Palangka Raya tidak mudah. Karakteristik lahan gambut membuat api kerap masih menyala di bawah permukaan tanah meskipun kobaran di permukaan telah berhasil dipadamkan.

“Permasalahan karhutla di Palangka Raya adalah sebagian besar berada di lahan gambut. Kami tidak bisa memadamkan api hingga benar-benar tuntas apabila belum dilakukan pembasahan secara menyeluruh sampai lahan tergenang air. Kalau itu belum dilakukan, kemungkinan api akan muncul kembali,” jelasnya.

Menurut Hendrikus, banyaknya titik api yang muncul secara bersamaan membuat petugas harus membagi kekuatan. Setelah api berhasil dijinakkan agar tidak meluas, personel terpaksa berpindah ke lokasi lain yang juga membutuhkan penanganan cepat.

“Karena titik api cukup banyak di beberapa lokasi, mau tidak mau kami harus meninggalkan lokasi yang apinya sudah berhasil dijinakkan untuk menangani titik api lainnya. Jika ada kesempatan, kami akan kembali lagi melakukan pembasahan agar api benar-benar padam,” katanya.

Ia menilai kawasan yang paling rawan terbakar adalah lahan yang berbatasan langsung dengan permukiman warga. Selain faktor cuaca dan kondisi lahan yang kering, kebakaran juga diduga dapat dipicu oleh unsur kelalaian maupun aktivitas manusia di sekitar lokasi.

“Kawasan yang paling rawan adalah hutan atau lahan yang dekat dengan permukiman masyarakat. Kemungkinan ada unsur kelalaian ataupun kesengajaan sehingga api bisa muncul. Karena itu kami berharap masyarakat segera melapor apabila menemukan titik api agar bisa cepat kami tangani,” tegas Hendrikus.

Untuk memperkuat penanganan karhutla, BPBD Kota Palangka Raya telah mendapat dukungan dari BPBD Provinsi Kalimantan Tengah, Dinas Kehutanan, serta Manggala Agni. Selain itu, BPBD juga merekrut enam regu relawan untuk membantu proses pemadaman di berbagai lokasi yang terdampak kebakaran.

Meski demikian, Hendrikus mengungkapkan tantangan di lapangan tidak hanya berasal dari keterbatasan personel, tetapi juga minimnya sumber air di sejumlah lokasi kebakaran.

“Saat ini, petugas masih mengandalkan mobil tangki pemadam yang harus bekerja secara bergantian untuk memasok air ke titik-titik karhutla,” tandasnya. (oiq)

Sumber: https://kalteng.co/
Baca Artikel Asli