SUKAMARA, Kalteng.co-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukamara bersama Universitas Muhammadiyah Palangkaraya (UMPR) resmi menggelar Focus Group Discussion (FGD) strategis pada Selasa (4/8/2026).
Diskusi kelompok terarah ini mengusung tema “Strategi Meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia melalui Akselerasi Pendidikan” sebagai langkah nyata mendorong kualitas sumber daya manusia (SDM) di wilayah Kabupaten Sukamara.
Agenda yang berlangsung interaktif ini menghadirkan Bupati Sukamara, Masduki, sebagai pembicara utama (keynote speaker), bersanding dengan jajaran akademisi dan pakar pendidikan dari UMPR. Kegiatan ini turut dihadiri oleh jajaran Kepala Perangkat Daerah, unsur Forkopimda, tokoh pendidikan, serta stakeholder terkait.
Dalam pemaparannya, Bupati Sukamara Masduki menegaskan bahwa Indeks Pembangunan Manusia (IPM) merupakan indikator kunci keberhasilan pembangunan daerah. Dari tiga pilar utama pembentuk IPM—yakni kesehatan, standar hidup layak, dan pendidikan—sektor pendidikan menjadi fokus akselerasi utama yang membutuhkan intervensi cepat dan terukur.
“Akselerasi di bidang pendidikan adalah kunci utama untuk melompat lebih tinggi. Kita tidak bisa lagi menggunakan cara-cara biasa. Melalui kolaborasi bersama akademisi UMPR, Pemkab Sukamara berkomitmen merumuskan kebijakan berbasis data (evidence-based policy) agar angka rata-rata lama sekolah dan harapan lama sekolah di Sukamara meningkat signifikan,” tegas Masduki saat membuka forum tersebut.
Kolaborasi Akademis dan Pemetaan Masalah Pendidikan
Keterlibatan UMPR sebagai mitra akademis dalam FGD ini bertujuan untuk memberikan masukan komprehensif, kritis, dan berbasis riset empiris. Tim akademisi UMPR memaparkan analisis mendalam mengenai tantangan pendidikan daerah, mulai dari pemerataan akses sekolah, peningkatan kualifikasi serta kompetensi guru, hingga penguatan sarana dan prasarana belajar di wilayah pelosok.
Beberapa poin krusial yang disepakati dalam FGD tersebut antara lain:
-
Peningkatan Akses & Angka Partisipasi: Mendorong program beasiswa daerah dan bantuan biaya pendidikan bagi siswa kurang mampu untuk menekan angka putus sekolah.
-
Penguatan Mutu Tenaga Pendidik: Pelatihan dan pemerataan distribusi guru berkualitas hingga ke tingkat desa.
-
Penyelarasan Kurikulum dan Potensi Daerah: Menyesuaikan program vokasi dan pendidikan tinggi dengan kebutuhan industri lokal seperti perkebunan, perikanan, dan UMKM.
-
Kemitraan Perguruan Tinggi: Membuka akses pendidikan tinggi yang lebih luas bagi putra-putri daerah Sukamara melalui kerja sama berkelanjutan bersama UMPR.
Dampak Panjang Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Daerah
Akademisi UMPR menekankan bahwa peningkatan IPM melalui jalur pendidikan akan berbanding lurus dengan pertumbuhan ekonomi masyarakat jangka panjang. SDM yang terdidik dan terampil dipastikan memiliki daya saing tinggi, mumpuni dalam menciptakan lapangan kerja, serta mampu menekan angka kemiskinan secara sistematis.
Bupati Sukamara Masduki mengapresiasi tinggi kontribusi pemikiran dari civitas akademika UMPR. Hasil dan rekomendasi dari FGD ini nantinya akan ditindaklanjuti secara teknis oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta Bappedalitbang Kabupaten Sukamara untuk diintegrasikan ke dalam dokumen perencanaan pembangunan daerah.
Melalui sinergi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi ini, Pemkab Sukamara optimistis capaian IPM Kabupaten Sukamara akan terus mengalami peningkatan positif dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat. (luk)