PALANGKA RAYA, Kalteng.co – Anggota Komisi IV DPRD Kalteng, Maryani Sabran, menegaskan penggunaan anggaran daerah harus difokuskan pada program-program yang benar-benar menjadi kebutuhan masyarakat, terutama pembangunan infrastruktur dasar di wilayah pedalaman.
Menurutnya, setiap kebijakan anggaran harus berpihak pada kepentingan masyarakat dan menjawab persoalan yang masih dihadapi di lapangan, seperti akses jalan, jembatan, hingga fasilitas penunjang lainnya.
“Kalau saya punya kebijakan, jangankan jembatan, jalan pun akan saya bangun. Karena kita harus berbicara dengan hati. Saat menentukan anggaran, kita harus memikirkan apa yang benar-benar menjadi prioritas di Kalimantan Tengah,” tegas Maryani, belum lama ini.
Ia mengatakan, pembangunan infrastruktur dasar masih menjadi kebutuhan mendesak di sejumlah wilayah. Kondisi jalan dan jembatan yang belum memadai tidak hanya menghambat mobilitas masyarakat, tetapi juga mempersulit akses pendidikan, pelayanan kesehatan, dan aktivitas perekonomian warga.
Maryani mencontohkan, hingga kini masih ada anak-anak di pedalaman yang harus menyeberangi sungai tanpa jembatan untuk berangkat ke sekolah. Kondisi tersebut, menurutnya, menjadi bukti bahwa kebutuhan dasar masyarakat masih harus menjadi prioritas utama dalam penyusunan anggaran daerah.
“Lebih baik kita memprioritaskan hal-hal yang memang menjadi kebutuhan utama masyarakat. Jangan sampai anggaran digunakan untuk hal yang kurang mendesak, sementara masih banyak warga yang kesulitan mendapatkan akses dasar,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pandangan tersebut lahir dari hasil kunjungan kerja yang rutin dilakukan ke berbagai daerah di Kalimantan Tengah. Dari hasil turun langsung ke desa-desa, masih banyak persoalan infrastruktur yang membutuhkan perhatian serius dari pemerintah.
Karena itu, Maryani berharap pemerintah daerah menjadikan aspirasi masyarakat dan kondisi riil di lapangan sebagai dasar dalam menentukan prioritas pembangunan. Menurutnya, anggaran yang tepat sasaran akan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta mempercepat pemerataan pembangunan di Kalimantan Tengah. (bam)