← Kembali ke https://kalteng.co/

Perkuat SDM dan Kelembagaan, Pekebun Sawit Kotim Ikuti Pelatihan BPDP

https://kalteng.co/ • 02 August 2026 22:05
Perkuat SDM dan Kelembagaan, Pekebun Sawit Kotim Ikuti Pelatihan BPDP

PALANGKA RAYA, kalteng.co – Penguatan sumber daya manusia (SDM) dan kelembagaan pekebun menjadi kunci dalam menjaga daya saing industri kelapa sawit Indonesia. Untuk itu, Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) bersama Balai Besar Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (BBPMKP) menggelar Pelatihan Penumbuhan Kebersamaan Pekebun Angkatan I bagi pekebun Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).

Pelatihan yang berlangsung di Palangka Raya pada 31 Juli hingga 5 Agustus 2026 tersebut diikuti 34 peserta dan menjadi bagian dari Program Pengembangan SDM Perkebunan Kelapa Sawit yang didanai BPDP. Kegiatan ini diarahkan untuk memperkuat kapasitas kelembagaan pekebun, membangun kemitraan usaha, serta meningkatkan kemampuan peserta dalam mengembangkan jejaring kerja sama yang produktif dan berkelanjutan.

Mewakili Kepala BBPMKP, Kepala Bagian Umum BBPMKP, Ridwan Santosa, S.T., M.Si., menegaskan, bahwa investasi pada peningkatan kualitas SDM merupakan langkah strategis dalam mendorong kemajuan sektor perkebunan sawit nasional.

“Program pengembangan SDM pekebun kelapa sawit kini memasuki tahun kelima pelaksanaan oleh BBPMKP yang diberikan kepercayaan oleh BPDP. Ini menunjukkan komitmen kuat pemerintah dalam menyiapkan pekebun yang profesional, berdaya saing, dan mampu menjawab tantangan industri sawit yang terus berkembang,” ujarnya saat membuka kegiatan.

Ridwan menjelaskan, Kalimantan Tengah memiliki posisi penting dalam industri sawit nasional. Dengan luas perkebunan lebih dari 2 juta hektare, provinsi ini menjadi salah satu sentra sawit terbesar di Indonesia. Kabupaten Kotawaringin Timur sendiri merupakan daerah penghasil sawit yang memiliki kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah maupun nasional.

Menurutnya, potensi besar tersebut harus didukung oleh penguatan kapasitas SDM, kelembagaan pekebun yang kuat, serta penerapan praktik budidaya yang baik dan berkelanjutan.

Sementara itu, Kepala Bidang Perbenihan dan Budidaya Disbun Kalteng, Jayan Wahyudi, S.Hut., M.P., menyampaikan, sektor perkebunan masih menjadi salah satu penopang utama perekonomian daerah. Selain memberikan kontribusi terhadap pendapatan daerah, sektor ini juga menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar dan menjadi sumber penghidupan masyarakat di berbagai wilayah Kalimantan Tengah.

“Melalui pelatihan ini, kami berharap para pekebun mampu mengimplementasikan ilmu dan keterampilan yang diperoleh untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi usaha, dan keberlanjutan pengelolaan kebun,” katanya.

Jayan menambahkan, pemerintah daerah terus mendorong percepatan penerbitan Surat Tanda Daftar Budidaya (STDB) sebagai langkah awal menuju sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO). Selain itu, penguatan kelompok tani, gabungan kelompok tani (Gapoktan), dan organisasi pekebun juga menjadi fokus pemerintah guna meningkatkan posisi tawar petani dalam rantai industri sawit.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Panitia Pelatihan, Martin, melaporkan bahwa kegiatan ini diselenggarakan berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Perkebunan Nomor 40 Tahun 2025 dengan total durasi pembelajaran sebanyak 36 jam pelajaran.

“Pelatihan ini merupakan hasil sinergi antara BPDP dan BBPMKP dalam upaya meningkatkan kompetensi serta kapabilitas SDM perkebunan sawit. Tahun 2026 menjadi tahun kelima pelaksanaan program yang dipercayakan BPDP kepada BBPMKP,” ungkap Martin saat menyampaikan laporan kegiatan.

Ia menjelaskan, dari 35 peserta yang direkrut, sebanyak 34 orang dapat mengikuti pelatihan. Satu peserta lainnya berhalangan tetap karena meninggal dunia sebelum kegiatan berlangsung.

“Atas nama panitia dan seluruh peserta, kami menyampaikan belasungkawa yang mendalam serta mendoakan semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa,” tuturnya.

Martin menjelaskan, pelatihan difokuskan pada empat tujuan utama, yaitu meningkatkan kesadaran pentingnya kebersamaan dalam kelompok, memperkuat kemampuan mengelola kelembagaan pekebun, meningkatkan pemahaman mengenai kemitraan usaha, serta membangun jejaring kerja sama yang mampu mendukung pengembangan usaha perkebunan secara berkelanjutan.

Materi yang diberikan meliputi Peningkatan Kesadaran Kelompok, Pengelolaan Kelompok, Kemitraan Usaha Pekebun, Membangun Jejaring, Dinamika Kelompok, dan Penguatan Penumbuhan Kebersamaan Pekebun. Seluruh proses pembelajaran didampingi fasilitator berpengalaman dari BBPMKP dengan pendekatan Pendidikan Orang Dewasa (POD) melalui diskusi interaktif, simulasi, studi kasus, permainan kelompok, praktik, dan mini outbound.

Peserta yang mengikuti pelatihan secara penuh, menyelesaikan pre-test, mengisi evaluasi, serta menyusun Rencana Tindak Lanjut (RTL), berhak memperoleh sertifikat yang ditandatangani Kepala Balai Besar Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian.

Melalui kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan para pemangku kepentingan, program ini diharapkan mampu melahirkan pekebun yang lebih mandiri, profesional, serta memiliki kelembagaan yang kuat sehingga mampu meningkatkan produktivitas dan mendukung terwujudnya industri kelapa sawit berkelanjutan di Kalimantan Tengah.(uut/aza)

Sumber: https://kalteng.co/
Baca Artikel Asli