SUKAMARA, Kalteng.co-Bupati Sukamara Masduki bersama Sekretaris Daerah (Sekda) dan rombongan Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) meninjau langsung sejumlah program pembangunan strategis di wilayah Kelurahan Kuala Jelai, Kecamatan Jelai pada Minggu (2/8/2026).
Peninjauan lapangan ini difokuskan pada dua isu krusial yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat pesisir, yakni monitoring Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau program rumah swakelola serta percepatan penanganan krisis air bersih di musim kemarau.
Monitoring Program BSPS: Kuota Bantuan Rumah Swakelola Meningkat Jadi 18 Unit
Salah satu agenda utama peninjauan Bupati dan jajaran Forkopimcam adalah melihat dari dekat realisasi Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) yang bersumber dari Pemerintah Pusat.
Bupati Sukamara menyampaikan rasa syukurnya atas peningkatan alokasi bantuan rumah layak huni bagi masyarakat penerima manfaat di Kelurahan Kuala Jelai.
“Kami bersama Pak Sekda, para Kepala OPD, dan Forkopimcam meninjau penyerahan bantuan rumah swakelola dari pemerintah pusat. Tahun lalu ada 10 unit di Kelurahan Kuala Jelai, dan tahun ini meningkat menjadi 18 unit. Bantuan ini sangat dirasakan manfaatnya oleh warga yang membutuhkan rumah layak huni,” jelas Bupati Sukamara Masduki.
Program rehab rumah swakelola ini dirancang untuk meningkatkan kualitas hunian warga berpenghasilan rendah agar memenuhi standar keselamatan, kesehatan, dan kenyamanan.
Langkah Pemkab Sukamara dan Pemerintah Pusat dalam merealisasikan program perumahan ini mendapat sambutan hangat dari warga penerima manfaat.
Kaharuddin (52), salah seorang warga Kelurahan Kuala Jelai yang rumahnya mendapatkan bantuan perbaikan, tidak dapat menyembunyikan rasa bahagianya saat dikunjungi langsung oleh Bupati dan rombongan.
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Pak Bupati dan pemerintah. Dulu rumah kami sering bocor dan strukturnya sudah lapuk. Dengan adanya bantuan rumah swakelola ini, tempat tinggal kami jadi jauh lebih layak dan aman untuk keluarga. Peningkatan jumlah bantuan tahun ini juga membuat tetangga lain yang membutuhkan bisa ikut terbantu,” ungkap Kaharuddin dengan nada haru.
Penanganan Solusi Krisis Air Bersih dan Trik Cuaca Kemarau
Selain meninjau perumahan, Bupati Sukamara secara responsif menanggapi keluhan masyarakat terkait krisis air bersih yang membelit beberapa RT di wilayah pesisir Kuala Jelai selama musim kemarau.
Sebagai langkah darurat, Pemkab Sukamara telah menggalang koordinasi lintas dinas serta menggandeng pihak swasta melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) untuk menyalurkan armada tangki air bersih secara gratis ke titik-titik krisis.
“Menghadapi musim kemarau, kami sudah menggelar rapat koordinasi. Tangki-tangki penyalur air bersih disiapkan, baik dari Pemkab maupun CSR perusahaan, untuk menyuplai air bersih ke RT-RT yang terdampak. Kami juga terus memacu pengerjaan perpipaan PDAM dan SPAM IKK agar akhir tahun ini target distribusi air bersih di Kuala Jelai dan Kecamatan Jelai bisa tuntas,” tegas Bupati.
Warga Apresiasi Respons Cepat Pemkab Sukamara
Langkah sigap tanggap darurat pasokan air tangki hingga komitmen penyelesaian pengerjaan perpipaan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) dan Sistem Penyediaan Air Minum Ibu Kota Kecamatan (SPAM IKK) menuai apresiasi tinggi dari warga setempat.
Mariani (41), tokoh perempuan sekaligus warga Kuala Jelai, mengaku sangat lega mendengar komitmen pemerintah daerah yang langsung turun tangan mengatasi keluhan pasokan air.
“Setiap musim kemarau air memang jadi kendala utama kami di sini. Penyaluran air bersih pakai mobil tangki dari Pemkab dan perusahaan ini betul-betul menolong kebutuhan sehari-hari warga. Kami juga makin tenang setelah mendengar penjelasan Pak Bupati bahwa proyek pipa PDAM dan SPAM IKK ditargetkan tuntas akhir tahun ini. Ini bukti pemerintah benar-benar mendengarkan dan memberi solusi nyata,” tutur Mariani.
Peninjauan pembangunan ini menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Sukamara untuk memastikan pemerataan infrastruktur dasar, mulai dari hunian yang layak hingga jaminan akses air bersih bagi seluruh warga pesisir di Kecamatan Jelai. (luk)