SUKAMARA, Kalteng.co-Pemerintah Kabupaten Sukamara secara resmi membuka Pemusatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat Kabupaten Sukamara Tahun 2026 pada Sabtu (1/8/2026).
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Sukamara, Masduki, yang didampingi oleh Wakil Bupati serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Sukamara.
Dalam keterangannya usai acara pembukaan, Bupati Sukamara Masduki menyampaikan bahwa seluruh calon anggota Paskibraka akan menjalani masa pemusatan latihan selama dua minggu ke depan hingga puncak peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026.
“Sore hari ini, Sabtu 1 Agustus 2026, kami bersama Pak Wakil dan seluruh Forkopimda melakukan kegiatan pembukaan pemusatan pendidikan dan pelatihan Paskibraka tingkat Kabupaten Sukamara tahun 2026,” ujar Masduki.
Pembentukan Karakter dan Jiwa Kepemimpinan
Bupati menjelaskan, selama dua pekan masa diklat, para peserta tidak hanya digembleng secara fisik dan mental, tetapi juga dibekali materi wawasan kebangsaan, kedisiplinan, serta pembentukan karakter kepemimpinan.
“Selama dua minggu ke depan, adik-adik kita akan melakukan pelatihan. Banyak hal yang diberikan nanti, selain materi juga ditempa fisik, mental, wawasan kebangsaan, dan karakter. Saya harapkan adik-adik jaga semangat, jaga disiplin, dan patuhi arahan dari pembina,” tambahnya.
Masduki menekankan bahwa Paskibraka bukan sekadar bertugas mengibarkan Sang Saka Merah Putih pada 17 Agustus mendatang, namun juga memikul tanggung jawab moral di masyarakat sebagai pelopor kebaikan.
“Adik-adik mempunyai beban dan peran sebagai pelopor toleransi, pelopor antinarkoba, serta pelopor cinta tanah air. Harapan kami seluruh materi diserap secara menyeluruh sehingga membentuk karakter generasi muda yang tangguh,” tegasnya.
Imbauan Waspada Karhutla di Musim Kemarau
Selain menyoroti persiapan Paskibraka, Bupati Masduki juga memberikan imbauan krusial terkait kondisi cuaca di Kabupaten Sukamara yang kini telah memasuki musim kemarau.
Mengingat cuaca terik yang melanda selama beberapa pekan terakhir, Masduki meminta seluruh lapisan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).
“Kita sudah memasuki musim kemarau, bahkan sudah satu bulan lebih terik cukup menyengat. Saya mengimbau seluruh masyarakat Sukamara untuk berhati-hati dalam pembukaan lahan, jangan dengan cara membakar. Mari kita jaga lingkungan bersama,” imbaunya.
Ia mengingatkan bahwa dampak dari Karhutla sangat merugikan berbagai sektor vital, seperti kesehatan masyarakat dan roda perekonomian daerah.
“Dampak kebakaran itu sangat merugikan, baik dari segi kesehatan maupun ekonomi. Saya memohon warga lebih bijaksana. Jika ada titik api atau lahan terbakar, tolong segera laporkan agar BPBD dan tim satgas bisa melakukan penanganan secara cepat,” pungkas Masduki. (luk)