← Kembali ke https://kalteng.co/

Dini Hari, Jago Merah Ngamuk di Jalan Kartini Palangka Raya: Kontrakan 7 Pintu dan Kios Ludes Terbakar

https://kalteng.co/ • 29 July 2026 13:47
Dini Hari, Jago Merah Ngamuk di Jalan Kartini Palangka Raya: Kontrakan 7 Pintu dan Kios Ludes Terbakar

PALANGKA RAYA, Kalteng.co-Kebakaran menghanguskan sebuah rumah yang dijadikan kontrakan tujuh pintu di persimpangan Gang Bakti I dan Jalan Kartini, Kota Palangka Raya, Rabu (29/7/2026) dini hari.

Kobaran api dengan cepat membesar hingga melalap lima unit kamar kontrakan dan satu kios kayu di bagian depan bangunan.

Beruntung, dua penghuni yang masih menempati rumah tersebut berhasil menyelamatkan diri meski hanya sempat keluar dengan pakaian yang melekat di badan.

Ketua BPK Kamboja, Sucipto, mengatakan bangunan yang terbakar merupakan milik almarhum Saduri, warga Mangkin Pangkoh. Dari tujuh unit kamar kontrakan, hanya dua yang masih dihuni, sedangkan lima lainnya dalam kondisi kosong.

Api menyebabkan lima kamar mengalami kerusakan berat, sementara dua kamar lainnya masih berpeluang diperbaiki.

“Bangunan yang terbakar merupakan rumah kontrakan tujuh pintu milik almarhum Saduri. Dari tujuh kamar itu, hanya dua yang ditempati penyewa, sedangkan lima lainnya kosong. Lima kamar terbakar cukup parah, sementara dua kamar lainnya masih bisa diperbaiki,” ujarnya.

Selain rumah kontrakan, kobaran api juga merambat ke deretan tiga kios kayu darurat yang berada di bagian depan bangunan. Satu kios ikut terbakar, sedangkan dua kios lainnya berhasil diselamatkan petugas dan relawan sebelum api meluas. Posisi bangunan yang berada di sudut persimpangan jalan membuat kobaran api dengan cepat terlihat warga sekitar.

Sucipto menjelaskan, saat penghuni mengetahui kejadian tersebut, api sudah dalam kondisi membesar. Informasi pertama justru disampaikan warga yang tinggal di seberang jalan. Akibatnya, dua penghuni hanya memiliki waktu untuk menyelamatkan diri tanpa sempat mengeluarkan harta benda dari dalam rumah.

“Penghuni mengetahui kebakaran setelah diberi tahu tetangga yang berada di seberang jalan. Saat itu api sudah besar, sehingga mereka hanya sempat menyelamatkan diri dan tidak sempat mengeluarkan barang-barang,” katanya.

Hingga kini penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan aparat kepolisian. Tim Identifikasi Forensik (Inafis) dijadwalkan melakukan olah tempat kejadian perkara untuk memastikan sumber api.

Meski demikian, dugaan sementara mengarah pada korsleting listrik mengingat usia bangunan dan instalasi listrik yang sudah cukup lama.

“Penyebab pastinya masih menunggu hasil pemeriksaan Tim Inafis Kepolisian. Dugaan sementara memang mengarah pada arus pendek listrik karena kondisi bangunan dan instalasinya sudah cukup lama,” jelas Sucipto.

Proses pemadaman berlangsung cukup menantang. Petugas gabungan dari berbagai barisan pemadam kebakaran harus bekerja ekstra karena keterbatasan pasokan air di sekitar lokasi. Kondisi musim kemarau menyebabkan sumber air sulit diperoleh sehingga proses pemadaman dan pendinginan membutuhkan waktu lebih lama.

Sucipto mengungkapkan, berdasarkan pendataan sementara, kerugian akibat kebakaran diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. Meski tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, sebagian besar bangunan kontrakan beserta satu unit kios tidak dapat diselamatkan.

“Kerugian sementara diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. Yang terpenting tidak ada korban jiwa, namun sebagian besar bangunan mengalami kerusakan berat,” pungkasnya. (oiq)

 

Sumber: https://kalteng.co/
Baca Artikel Asli