← Kembali ke https://kalteng.co/

109 Titik Api Karhutla Melahap 54 Hektare Lahan: WARNING! Udara Palangka Raya Tembus Level Sangat Tidak Sehat

https://kalteng.co/ • 27 July 2026 16:48
109 Titik Api Karhutla Melahap 54 Hektare Lahan: WARNING! Udara Palangka Raya Tembus Level Sangat Tidak Sehat

PALANGKA RAYA, Kalteng.co-Dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai terasa di Kota Palangka Raya. Kualitas udara di ibu kota Kalimantan Tengah itu merosot tajam hingga masuk kategori sangat tidak sehat seiring meningkatnya jumlah kebakaran selama musim kemarau.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya, sejak status Siaga Darurat Karhutla ditetapkan pada 1 Juni hingga 26 Juli 2026, telah terjadi 109 kejadian kebakaran hutan dan lahan. Total luas lahan yang terbakar mencapai 54,44 hektare.

Meningkatnya kejadian karhutla berdampak langsung terhadap kualitas udara. Berdasarkan pemantauan aplikasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pada Senin (27/7/2026) pagi, konsentrasi partikulat halus (PM2.5) di Palangka Raya mengalami lonjakan yang sangat signifikan hanya dalam waktu dua jam.

Pada pukul 08.00 WIB, kadar PM2.5 masih berada di angka 7,9 mikrogram per meter kubik atau masuk kategori sedang. Namun satu jam kemudian, tepat pukul 09.00 WIB, angkanya melonjak menjadi 137,8 mikrogram per meter kubik yang masuk kategori tidak sehat.

Kondisi semakin memburuk pada pukul 10.00 WIB. Konsentrasi PM2.5 kembali meningkat drastis hingga mencapai 249,6 mikrogram per meter kubik, menempatkan kualitas udara Palangka Raya pada level merah atau sangat tidak sehat.

Prakirawan Cuaca Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut Palangka Raya, Neng Arini Nur P mengatakan, potensi kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Tengah masih cukup tinggi karena kondisi cuaca masih mendukung terjadinya karhutla.

“Kami mengimbau seluruh masyarakat agar sama sekali tidak melakukan pembakaran lahan untuk tujuan apa pun. Hal ini sangat penting untuk mencegah bertambahnya titik api sekaligus menekan dampak buruk asap yang semakin mengganggu kesehatan dan aktivitas masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan karena kualitas udara yang buruk berisiko memicu gangguan kesehatan, terutama bagi anak-anak, lansia, ibu hamil, serta penderita penyakit saluran pernapasan dan penyakit kronis lainnya.

“Kami berharap kesadaran masyarakat semakin meningkat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Upaya pencegahan menjadi kunci untuk mengurangi risiko karhutla sekaligus menjaga kualitas udara tetap aman bagi seluruh warga,” pungkasnya.(oiq)

Sumber: https://kalteng.co/
Baca Artikel Asli