KALTENG.CO-Selebritas, pengusaha, sekaligus sosialita dunia Paris Hilton secara terbuka membagikan kisah perjalanannya hidup dengan kondisi Attention-Deficit/Hyperactivity Disorder (ADHD).
Bagi ibu dua anak ini, ADHD bukanlah sebuah kelainan yang harus “diperbaiki”, melainkan bagian tak terpisahkan dari dirinya yang justru menjadi pendorong utama kesuksesannya.
Melansir laporan dari People, Paris menceritakan bahwa dirinya baru mendapatkan diagnosis resmi ADHD saat sudah beranjak dewasa. Sebelum mengetahui kondisi neurologis yang dialaminya, ia mengaku kerap merasa bingung dan kewalahan memahami mengapa pikirannya selalu bergerak cepat serta sulit untuk berkonsentrasi pada satu hal.
Namun, sudut pandangnya berubah total setelah ia memahami cara kerja otaknya secara mendalam. Paris kini memandang ADHD sebagai kekuatan (superpower) yang memicu keberaniannya mengambil risiko, memunculkan ide-ide inovatif, serta membentuk pola pikir kreatif.
“Setiap orang memiliki struktur otak yang unik. Itulah mengapa tidak ada satu metode tunggal yang cocok untuk semua orang dalam mengelola ADHD,” ungkap Paris.
Ia pun mendorong siapa saja yang merasakan gejala serupa untuk tidak ragu berkonsultasi dengan profesional medis. Langkah ini penting guna menemukan skema penanganan dan perawatan yang paling tepat sesuai dengan kebutuhan individu masing-masing.
Paris tak menampik bahwa pengobatan yang dijalaninya saat ini sangat membantu meningkatkan fokus dan keteraturan dalam menjalani rutinitas harian yang padat. Meski sempat mengalami kesulitan dan kerap lupa mengonsumsi obat di masa lalu, ia akhirnya menemukan pola perawatan yang cocok sehingga aktivitasnya dapat berjalan jauh lebih optimal.
Pengalaman pribadi inilah yang menggerakkan Paris untuk terlibat aktif dalam kampanye gerakan “Embrace Your Sparkle”. Melalui inisiatif ini, ia berkomitmen untuk meningkatkan kesadaran masyarakat luas mengenai ADHD sekaligus mengikis stigma negatif yang masih sering melekat pada kondisi neurodivergen.
Sebagai seorang ibu, pemahaman mengenai ADHD juga membentuk pola pengasuhan yang ia terapkan kepada anak-anaknya. Paris ingin membesarkan buah hatinya dengan pemahaman bahwa menjadi berbeda bukanlah suatu hal yang memalukan. Sebaliknya, keunikan individu dapat bertransformasi menjadi kekuatan terbesar jika dipahami dan diarahkan dengan tepat.
Lewat keberaniannya membagikan kisah ini, Paris Hilton berharap masyarakat tidak lagi memandang kondisi neurodivergen sebagai penghalang untuk meraih impian.
Dengan dukungan lingkungan yang tepat, edukasi yang memadai, serta penanganan profesional, ADHD justru bisa menjadi katalisator lahirnya kreativitas, inovasi, dan prestasi luar biasa. (*/tur)