MUARA TEWEH, Kalteng.co-Langkah Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Barito Utara, Maya Savitri Shalahuddin, yang melakukan kunjungan langsung ke sentra perajin anyaman rotan di Desa Tambaba, Kecamatan Gunung Purei, mendapat apresiasi positif dari kalangan legislatif.
Anggota DPRD Kabupaten Barito Utara, Edi Fran Aji, menilai aksi turun lapangan (blusukan) tersebut merupakan bentuk dukungan moral yang sangat berarti bagi para perajin lokal sekaligus langkah nyata dalam menjaga kelestarian warisan budaya daerah.
“Kami mengapresiasi langkah Ketua TP PKK yang turun langsung menemui para perajin untuk melihat kondisi di lapangan serta mendengarkan aspirasi mereka. Kunjungan seperti ini sangat penting sebagai bentuk perhatian nyata terhadap pelestarian budaya lokal,” kata Edi Fran Aji di Muara Teweh, Senin (15/6/2026).
Potensi Ekonomi Kreatif dan Produk Unggulan Daerah
Menurut Edi, kerajinan anyaman rotan khas Desa Tambaba bukan sekadar warisan leluhur yang harus dijaga dari gempuran zaman, melainkan aset ekonomi kreatif yang sangat menjanjikan. Kreativitas para perajin lokal dalam menghasilkan ragam produk berkualitas tinggi dinilai memiliki daya tarik dan nilai jual tersendiri di pasaran.
Kendati demikian, penguncian potensi ekonomi tersebut membutuhkan dukungan terpadu dari berbagai pihak agar jangkauannya tidak hanya terbatas di lingkup lokal.
Guna mendorong komoditas ini menjadi produk unggulan daerah, Edi menekankan beberapa poin krusial yang dibutuhkan para perajin:
-
Pembinaan Berkelanjutan: Pendampingan teknis dari dinas terkait secara berkala.
-
Inovasi Desain & Kualitas: Penyesuaian motif dan variasi produk agar selaras dengan tren pasar modern.
-
Perluasan Akses Pasar: Fasilitasi promosi di ajang pameran regional maupun nasional serta optimalisasi pemasaran digital.
“Kerajinan anyaman rotan memiliki peluang besar untuk terus berkembang. Yang diperlukan saat ini adalah dukungan berkelanjutan dalam bentuk pembinaan, peningkatan kualitas produk, inovasi desain, serta perluasan akses pemasaran,” jelasnya.
Dorong Regenerasi dan Keterlibatan Generasi Muda
Di samping penguatan pemasaran, politisi Barito Utara ini menyoroti krusialnya regenerasi perajin. Keterampilan menganyam rotan terancam punah jika tidak diturunkan kepada generasi penerus.
Edi mendorong agar anak-anak muda di Kabupaten Barito Utara diajak untuk mengenal, mencintai, dan mengembangkan kerajinan tradisional ini melalui sentuhan teknologi dan desain modern yang lebih kekinian.
“Generasi muda perlu didorong untuk mengenal dan mencintai produk budaya daerahnya sendiri. Dengan adanya inovasi dan sentuhan kreativitas dari anak-anak muda, produk anyaman rotan dapat semakin diminati dan memiliki daya saing yang lebih kuat,” tambahnya.
Sinergi Lintas Sektor demi Industri Kerajinan Lokal
Mengakhiri keterangannya, Edi Fran Aji berharap sinergi yang solid antara Pemerintah Kabupaten Barito Utara, TP PKK, pelaku usaha, hingga elemen masyarakat dapat terus diperkuat.
Kolaborasi yang harmonis diyakini akan mempercepat kebangkitan industri kerajinan rotan sebagai salah satu pilar ekonomi kreatif penopang kesejahteraan warga di Bumi Iya Mulik Bengkang Turan. (pra)