MUARA TEWEH, Kalteng.co-Dukungan terhadap penguatan sektor pendidikan di Kabupaten Barito Utara terus mengalir. Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Barito Utara, Jamilah, menyampaikan apresiasi tinggi atas komitmen dan visi strategis Bunda PAUD Barito Utara, Hj. Maya Savitri Shalahuddin, dalam memperkuat arah serta mutu pendidikan daerah.
Menurut Jamilah, gagasan dan prioritas yang diusung Bunda PAUD menjadi angin segar sekaligus bukti nyata kepedulian pemerintah daerah terhadap masa depan generasi penerus di Bumi Iya Mulik Bengkang Turan.
“Kehadiran beliau sebagai narasumber pada Konkerkab I PGRI ini semakin mempertegas arah pembangunan pendidikan daerah yang kian terstruktur dan visioner,” ujar Jamilah, Kamis (5/6/2026).
Fondasi Emas SDM Lewat Tiga Pilar Kebijakan Pendidikan
Sebelumnya, Bunda PAUD Barito Utara, Hj. Maya Savitri Shalahuddin, menegaskan bahwa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) merupakan fondasi emas dalam membentuk kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) sejak usia dini.
Untuk merealisasikan pencapaian SDM unggul tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Barito Utara berkomitmen menjalankan tiga pilar kebijakan utama, yaitu:
-
Program Wajib Belajar 13 Tahun: Memastikan pendidikan anak dimulai dari jenjang prasekolah hingga menengah.
-
Petunjuk Teknis (Juknis) SPMB: Menjamin sistem Penerimaan Murid Baru berjalan secara inklusif, transparan, dan berkeadilan.
-
Program SIP Pintar: Inovasi sistem informasi pendidikan untuk optimalisasi layanan dan tata kelola pendidikan daerah.
Mengutip keterangan resmi Dinas Kominfo Persandian Barito Utara, Hj. Maya Savitri berharap sinergi kuat ini dapat menghapus angka anak putus sekolah di wilayah setempat.
“Diharapkan seluruh anak usia sekolah dapat terjangkau layanan pendidikan sejak dini, tidak ada yang putus sekolah karena kendala ekonomi, serta tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berkarakter, berprestasi, dan siap bersaing untuk mendukung kemajuan Barito Utara di masa depan,” harap Bunda PAUD.
DPRD Siap Kawal Regulasi dan Anggaran Sektor Pendidikan
Menanggapi tiga pilar kebijakan tersebut, Jamilah menegaskan bahwa jajaran DPRD Barito Utara siap bersinergi dan mengawal penuh implementasinya di lapangan, terutama dari sisi penganggaran (budgeting) dan pembentukan regulasi (legislasi).
Politisi legislatif ini menekankan bahwa investasi terbaik bagi masa depan daerah adalah investasi pada sektor pendidikan dasar serta peningkatan kualitas mutu guru yang bernaung di bawah wadah Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI).
-
Pemerataan Akses: Memastikan anak-anak di pelosok perdesaan mendapatkan hak belajar yang sama.
-
Solusi Ekonomi: Mencegah anak putus sekolah akibat keterbatasan biaya keluarga.
-
Penguatan Kapasitas Guru: Mendorong peningkatan kompetensi tenaga pendidik secara berkelanjutan.
“Tiga pilar yang dicanangkan—mulai dari Wajib Belajar 13 Tahun hingga SIP Pintar—adalah jawaban nyata agar anak-anak kita tidak tertinggal. Kita ingin memastikan tidak ada lagi anak di Barito Utara yang tidak sekolah hanya karena persoalan biaya,” tandas Jamilah. (pra)